Menteri Agama Komentari Larangan Tinggal Slamet yang Non-Muslim: Bukan Radikal, Khilaf Saja
Nasional

Slamet mengaku mendapatkan perlakuan diskriminatif lantaran dilarang tinggal di Kabupaten Bantul karena beragama non-Muslim. Larangan tersebut kini sudah dicabut usai tokoh masyarakat menggelar diskusi bersama.

WowKeren - Kasus Slamet, seorang seniman di Yogyakarta yang ditolak warga untuk tinggal di Padukuhan Karet, Bantul masih menjadi bahasan. Pasalnya, Slamet yang berprofesi sebagai seorang pelukis itu ditolak tinggal lantaran beragama non-Muslim.

Sebelumnya dikabarkan, Slamet yang beragama Katolik itu menyewa sebuah rumah di Padukuhan (Dusun) Karet RT 8, Desa Pleret, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Namun, ia diminta meninggalkan kontrakannya lantaran beragama non-Muslim.

Terkait kasus Slamet, MUI DIY dan juga pihak DPRD DIY sudah angkat bicara. Kedua lembaga tersebut menyayangkan masih adanya perilaku intoleransi yang terjadi di Yogyakarta.

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, meminta agar perlakuan serupa tak lagi terjadi di DIY. "Semua orang itu berhak untuk tinggal di manapun, begitu. Karena memang ini (amanat) undang-undang kita seperti itu," ungkap Eko seperti dilansir Antara pada Rabu (3/4).


Sementara itu, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin juga turut mengomentari kasus Slamet. Menolak disebut sebagai perilaku radikal atau terkait ideologi, Menag menyebut penolakan warga tersebut dikarenakan khilaf semata.

"Ini tidak ideologis sedikitpun, bukan radikal, bukan ideologi, semata-mata karena kekhilafan saja," terang Menang Lukman saat menghadiri peringatan Isra' Mi'raj di Sukoharjo pada Rabu (3/4). Menag kemudian bersyukur lantaran masyarakat akhirnya mau berdiskusi untuk mencari masalah aturan tersebut.

Lukman lebih lanjut menerangkan jika peraturan harusnya dibuat tidak berdasarkan perbedaan agama. "Pada hakikatnya tidak ada dan tidak boleh ketentuan yang melarang berdasarkan perbedaan, apakah perbedaan etnis, perbedaan suku, apalagi perbedaan agama untuk tinggal bersama-sama di seluruh wilayah tanah air kita tercinta ini," pungkas Lukman.

Ramai menuai kritikan, tokoh masyarakat setempat akhirnya resmi mencabut larangan tinggal bagi warga non-Muslim. Namun, Slamet mengaku masih akan mempertimbangkan terlebih dahulu mengenai keputusannya tinggal di Bantul.

(wk/silm)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait