TKN Jokowi Sebut Prabowo-Sandiaga Hanya Mampu Kerek 4 Persen Elektabilitas Dengan Hoaks dan Fitnah
Instagram/dahnil_anzar_simanjuntak
Nasional

Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto, meminta agar Pemilu tidak dijadikan sebagai ajang untuk menyebar hoaks sebab walau bagaimanapun juga Pemilu digelar untuk kebaikan rakyat.

WowKeren - Persoalan elektabilitas kian menjadi perbincangan serius mengingat gelaran Pilpres yang hanya tinggal beberapa hari ke depan. Masing-masing Paslon saling mengklaim elektabilitas mereka lah yang lebih tinggi dari lawan politiknya.Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin menilai bahwa elektabilitas lawan politik mereka, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengalami peningkatan.

Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa dari segala cara yang telah dilakukan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, mereka hanya mampu mengerek elektabilitas sebatas empat persen saja. Lebih jauh, Hasto menilai bahwa selama enam bulan terakhir, kubu Prabowo kerap menyuarakan hoaks dan fitnah.

"Kalau kita lihat dari seluruh tren termasuk dari survei Kompas, dengan hoaks dan fitnah selama 6 bulan mereka hanya mampu naik 4 persen," kata Hasto usai deklarasi eksponen HMI di Rumah Aspirasi TKN, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (3/4). "Dan semua cara sudah dilakukan."

Untuk itu, Hasto meminta agar semua pihak tidak menyebarkan hoaks maupun isu-isu negatif menjelang Pemilu. Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut juga menyinggung mengenai wacana people power yang akan dilancarkan oleh Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais. Ia menganggap bahwa Pemilu tak seharusnya dikorbankan sebagai ambisi untuk memperoleh kekuasaan.


"Jangan korbankan Pemilu sebagai perang hoaks dan fitnah," tegas Hasto. "Jangan korbankan pemilu karena ambisi kekuasaan dengan people power. Itu inkonstitusional."

Hasto meyakini bahwa Pemilu pada dasarnya digelar demi kebaikan seluruh rakyat sehingga tak seharusnya praktik politik diwarnai dengan adanya ancaman maupun intimidasi. Sebab jika hal ini terus berlangsung maka hanya akan membuat dukungan rakyat beralih ke yang lain.

"Kami percaya bahwa politik itu berisi hal yang baik bagi negara," tutur Hasto. "Ketika politik diisi dengan ancaman dan intimidasi. Apalagi tertawa pun dilarang. Maka, ini akan berbalik arah."

Sekjen PDIP tersebut juga menyinggung pernyataan Prabowo terkait TNI. Menurutnya, pernyataan semacam itu justru hanya akan membuat rakyat mengalihkan dukungan mereka.

"Ketika Prabowo katakan saya lebih dari TNI itu juga membuat arus balik dukungan," ujar Hasto. "Ketika beliau di tengah publik di tengah sorotan kamera membentak orang itu jadi arus balik bahwa pemimpin tak boleh emosi."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait