DPR RI Soal Paham Khilafah: Di Arab Saja Sudah Tak Laku Apalagi di Indonesia
Instagram/teuku_taufiqulhadi
Nasional

Paham khilafah dikhawatirkan dapat mengancam keberadaan Pancasila sebagai ideologi bangsa. DPR menegaskan bahwa Pancasila adalah harga mati yang tidak dapat diganggu gugat.

WowKeren - Isu mengenai paham khilafah masih kerap menjadi perbincangan. Sebab, paham ini dinilai berpotensi merusak ideologi Pancasila di Indonesia. DPR menilai bahwa Pancasila merupakan harga mati bagi bangsa Indonesia sehingga siapapun tidak akan diperkenankan untuk mengganggu ideologi tersebut.

Anggota Komisi III DPR RI Teuku Taufiqulhadi menyebut bahwa paham khilafah sangat tak sesuai jika diterapkan di Indonesia. Bahkan di negara asalnya saja, yakni di Arab, sistem ini sudah lama tidak berlaku. Sehingga, pembahasan mengenai khilafah dianggap tidak relevan.

Menurut Taufiqulhadi, jika ada pihak-pihak yang ingin menggeser ideologi Pancasila dengan yang selainnya, maka itu artinya sama saja dengan mengkhianati para pendiri bangsa. Sebab, tak sedikit pahlawan yang berperan dalam mendirikan Indonesia merupakan ulama besar seperti KH Agus Salim dan KH Wahid Hasyim.

"Di Arab saja sudah tidak laku sistem khilafah, apalagi di Indonesia," kata Taufiqulhadi, Selasa (2/4). "Kita menilai kalau masih ada yang mau menerapkan khilafah di Indonesia, itu sama saja mengkhianati para pendiri bangsa Indonesia, termasuk di dalamnya para ulama besar, KH Agus Salim, KH Wahid Hasyim, dan ulama-ulama lain yang juga pahlawan nasional."


Taufiqulhadi menilai bahwa khilafah tidak perlu diberi ruang di Indonesia. Ia kemudian berbicara mengenai luas Indonesia yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Wilayah Indonesia yang dikatakannya sejajar dengan Yerusalem hingga London sangat tidak relevan bagi paham khilafah untuk berdiri.

"Kalau kita sejajarkan di peta, ujung Aceh sampai ujung Papua itu sama dengan dari Yerusalem sampai ke London," jelas Taufiqulhadi. "Mana ada kekhilafahan yang sebesar itu?"

Sebaliknya, Indonesia merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Wilayah Indonesia yang dulunya berupa kerajaan-kerajaan telah dipersatukan hingga menjadi sebuah negara yang cukup besar.

"Ini Indonesia sudah merupakan rahmat dari Allah SWT, kita dulu ada kerajaan-kerajaan di Indonesia, sudah dipersatukan," tutur Anggota Dewan Pakar Partai Nasdem tersebut. "Jadi, satu negara yang besar kok malah ada yang mau khilafah, sangat tidak relevan."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait