Juru bicara BPN, Ferdinand Hutahaean, membeberkan kronologi kejadian tersebut. Ferdinand mengaku kronologi ini berasal dari orang yang kala itu mendampingi Prabowo.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 04 April 2019 - 13:43 WIB
WowKeren - Pesawat yang ditumpangi Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, dikabarkan dihalangi oleh jet tempur milik TNI AU di Bandara Halim Perdanakusuma pada Senin (1/4) kemarin hingga gagal terbang. Diketahui, informasi tersebut diungkapkan oleh mantan Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia, Letnan Jenderal TNI (purn) Johannes Suryo Prabowo, lewat akun Twitternya.
Menanggapi informasi yang beredar, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno pun menjelaskan perkaranya. Juru bicara BPN, Ferdinand Hutahaean, membeberkan kronologi kejadian tersebut. Ferdinand mengaku kronologi ini berasal dari orang yang mendampingi Prabowo kala kejadian tersebut.
"Pesawat yang ditumpangi Pak Prabowo sudah di landas pacu dan sudah bergerak bahkan memacu kecepatan untuk bersiap take off," terang Ferdinand dilansir Tempo pada Kamis (4/4). "Tetapi di tengah landas pacu, pilot mengetahui di depan ada manuver pesawat tempur."
Menurut Ferdinand, hal semacam itu seharusnya tak terjadi lantaran Air Traffic Control (ATC) sudah melakukan clearing runway. Akibatnya, pilot pesawat Prabowo terpaksa menurunkan hingga menghentikan laju untuk menghindari terjadinya tabrakan.
"Karena apabila itu tetap diteruskan take off, maka kemungkinan besar yang terjadi adalah tabrakan pesawat," tutur Ferdinand. Menurut politisi Partai Demokrat tersebut, BPN menyayangkan kejadian tersebut.
Petugas ATC dinilai gagal menjalankan tugasnya. Tak hanya itu, Ferdinand juga menyebut bahwa kejadian ini merupakan tanggung jawab Presiden Joko Widodo.
Pasalnya, menurut Ferdinand, Jokowi selaku Kepala Negara bertanggung jawab terhadap keselamatan rakyatnya. Termasuk Prabowo yang notabene seorang calon Presiden juga. "Pemerintah telah gagal dalam hal ini," tutur Ferdinand.
Sebelumnya, pihak TNI AU telah memberikan bantahan terhadap cuitan JS Prabowo. Menurut Kadispen AU Marsma TNI, Samyoga, pesawat 9HNCY yang ditumpangi Prabowo gagal take off karena masalah teknis yang menyangkut dengan keamanan dan tidak ada hubungannya dengan jet tempur Sukhoi.
(wk/Bert)