Boeing Minta Maaf Soal Tragedi Lion Air Lewat Video, Kemenhub: Silakan Disampaikan Secara Formal
Nasional

CEO Boeing, Dennis Muilenburg, mengakui adanya kesalahan dalam sistem pesawat 737 MAX dan meminta maaf kepada korban kecelakaan Lion Air dan Ethiopian Airlines.

WowKeren - Kecelakan pesawat Lion Air JT-610 masih meninggalkan duka mendalam bagi dunia penerbangan Indonesia. Produsen pesawat Boeing pun akhirnya mengakui bahwa terdapat kesalahan dalam sistem 737 MAX dan meminta maaf kepada korban tragedi Lion Air dan Ethiopian Airlines.

Permintaan maaf tersebut disampaikan langsung oleh CEO Boeing, Dennis Muilenburg, lewat video yang diunggah ke akun Twitter pribadinya pada Kamis (4/4). Hingga Sabtu (6/4), video tersebut telah diputar sebanyak 263 ribu kali.

"Kami di Boeing minta maaf atas hilangnya nyawa dalam kecelakaan-kecelakaan terbaru 737 MAX," tutur Muilenburg. "Tragedi-tragedi ini terus menjadi beban berat dalam hati dan pikiran kami, dan kami menyampaikan simpati kami kepada keluarga tercinta para penumpang dan awak pada penerbangan Lion Air 610 dan penerbangan Ethiopian Airlines 302."

Menurut Muilenburg, ada peran sistem anti-stall atau MCAS (Sistem Augmentasi Karakteristik Manuver) dalam dua kecelakaan tersebut. Sistem tersebut sebenarnya dirancang untuk mencegah posisi stall, namun malah membuat kedua pesawat tersebut terjatuh.


"Jelas terlihat bahwa dalam kedua penerbangan (Ethiopian Airlines dan Lion Air), Sistem Augmentasi Karakteristik Manuver, yang dikenal sebagai MCAS, diaktifkan sebagai respons atas informasi angle-of-attack yang keliru," jelas Muilenburg. "Kami selalu fokus, tanpa henti, pada keamanan dan akan selalu seperti itu. Ini yang menjadi inti dari Boeing. Dan kami tahu kami selalu bisa menjadi lebih baik."

Menanggapi video permintaan maaf pihak Boeing, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Indonesia pun memberikan responnya. Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana Banguningsih Pramesti, pihaknya belum menerima permintaan maaf resmi dari Boeing.

"Karena kan ini enggak resmi ya, saya infonya kan permintaan maaf dari YouTube ya," jelas Polana, Jumat (5/4). "Kami kan institusi formal, jadi kalau memang ada permintaan maaf ya silakan disampaikan secara formal."

Meski demikian, Polana mengaku sudah beberapa kali melakukan komunikasi dengan pihak Boeing. Komunikasi tersebut pun berjalan lancar pasca kecelakaan Ethiopian Airlines.

"Saya juga sudah berkomunikasi dengan surat, namun mungkin secara komunikasi lebih baik ya setelah ada kejadian di Ethiopian," tutur Polana. "Jadi mereka justru sudah berkomunikasi dengan teleconference dan sebagainya."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait