Saat ini, polisi sudah menindaklanjuti laporan yang masuk dan melakukan penyelidikan untuk mengetahui pelaku pengeroyokan. Sejumlah saksi juga telah diperiksa.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 08 April 2019 - 15:00 WIB
WowKeren - Perilaku anarkis ternyata masih dijumpai di momen-momen kampanye Pilpres. Seperti yang terjadi belum lama ini di Yogyakarta, dimana seorang anggota TNI harus menjadi korban pengeroyokan massa yang diduga merupakan salah satu pendukung Capres-Cawapres.
Adalah Serka Setia Budi Hartanto, anggota Korem 072 Pamungkas Yogyakarta yang harus menjadi korban pengeroyokan sekelompok orang melintas di Jalan Wates, Kulon Progo pada Minggu (7/4). Adapun massa yang melakukan pengeroyokan adalah mereka yang dalam perjalanan pulang setelah menghadiri kampanye terbuka Paslon Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin.
"Ada (anggota Korem 072 yang dikeroyok)," ujar Kepala Penerangan Korem 072 Pamungkas, Mayor Mespan dilansir dari Detik, Senin (8/4). "Tapi (pengeroyokan) tidak di tempat (kampanye). Itu pas mereka (massa yang menghadiri kampanye terbuka 01) pulang."
Akibat pengeroyokan tersebut, Budi harus dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Sedangkan terkait sebab pengeroyokan, Mespan tidak menjelaskan. "Kemarin (dilarikan ke) rumah sakit. Tadi malam (Budi) sudah langsung pulang itu," jelas Mespan.
Adapun Budi harus menderita sejumlah luka di bagian tubuhnya. Tak hanya di tangan dan kaki, bagian kepala juga harus dijahit karena luka yang cukup serius. "Kepalanya itu dijahit, ada tujuh jahitan. Kemudian tangan kiri ada lima jahitan lukanya," tutur Mespan.
Sementara itu, Kapolres Kulon Progo AKBP Anggara Nasution menjelaskan bahwa korban sudah membuat laporan terkait pengeroyokan ini. Massa yang mengamuk juga merusak rumah dan kendaraan milik warga sekitar.
"Ada laporan pengrusakan rumah dan kendaraan warga di Sentolo," kata Anggara masih dilansir dari Detik. "Iya (anggota Korem menjadi korban pengeroyokan)."
Anggara menuturkan bahwa saat ini pihaknya sudah menindaklanjuti laporan yang masuk. Polisi juga masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui pelaku pengeroyokan. Saat ini, proses olah TKP sudah dilakukan. Begitu pula dengan pemeriksaan saksi-saksi.
"Laporannya saya tindaklanjuti, pelakunya masih dilakukan penyelidikan," jelas Anggara. "Olah TKP telah dilaksanakan dan dilakukan pemeriksaan saksi-saksi."
(wk/zodi)