Sebelumnya, Sandiaga mendapat protes dari PBNU lantaran mengibarkan bendera NU saat kampanye. Sandiaga lantas menegaskan jika dirinya adalah bagian dari NU bahkan memiliki Kartu Tanda Anggota.
- Silmi Amalia Fidareni
- Senin, 08 April 2019 - 20:18 WIB
WowKeren - Calon Wakil Presiden 02, Sandiaga Uno beberapa waktu lalu mendapatkan protes keras dari Nadhatul Ulama (NU). Pasalnya, Sandiaga terlihat mengibarkan bendera NU saat tengah berkampanye.
Menanggapi protes tersebut, Sandiaga merespon dengan menegaskan jika dirinya hanya diminta oleh pendukungnya. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut juga memberikan bukti jika dirinya juga bagian dari NU.
"Kami banyak sekali bertemu dengan elemen masyarakat di rapat umum. Diminta-minta untuk memegang bendera NU. Dan saya sendiri adalah anggota NU, saya memegang kartanu (kartu tanda anggota NU)," ucap Sandiaga di Gedung Tri Bhakti, Magelang, pada Sabtu (6/4). "Dan saya kan Uno, Uno kan 'Untuk Nahdlatul Ulama'. Jadi, ya saya bawa bendera tersebut dan sekarang katanya mendapat teguran, ya kita terima sebagai....".
Di sisi lain, tanggapan mengenai aksi Sandiaga mengibarkan bendera NU tersebut juga diberikan Yenny Wahid. Putri Presiden Keempat RI, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur tersebut angkat bicara. Menurut Yenny, bukan hanya Sandiaga, namun protes mengibarkan bendera NU di acara kampanye juga berlaku untuk semua capres.
"Ya seyogyanya bendera NU jangan dibawa kampanye, tapi ini berlaku untuk semuanya. Mau pasangan 02 mau pasangan 01 enggak boleh, siapapun, semua," ujar Yenny di Surabaya pada Minggu (7/4) kemarin. "Jadi kita semua harus disiplin apalagi yang dilakukan oleh Pak Sandi, enggak boleh itu dikibar-kibarkan untuk kampanye, enggak boleh."
Yenny menjelaskan jika kedekatan dengan NU tak harus ditunjukkan dengan mengibarkan bendera organisasi di acara kampanye. Hal itu dirasa belum cukup untuk menunjukkan bukti seseorang dekat dengan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.
"Kedekatan dengan NU itu harus dibangun dengan proses menyalurkan aspirasi warga NU," terang Yenny. "Nah, selama ini yang punya track record catatan sejarah dekat dengan warga NU itu ya Pak Joko Widodo, dan apalagi kalau memang bagian dari NU ya Kiai Ma'ruf Amin."
(wk/silm)