Prabowo Diklaim Unggul Dengan 62%, BPN Bongkar Survei Internal Agar Tak Terus Dianggap Kalah
Instagram/indonesiaadilmakmur
Nasional

Direktur Kampanye BPN, Sugiono, mengungkap bahwa elektabilitas Prabowo-Sandi sukses mengungguli Jokowi-Ma'ruf dengan selisih 24% dalam hasil survei internal mereka.

WowKeren - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akhirnya mengungkapkan hasil survei internalnya. Direktur Kampanye BPN sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sugiono, mengungkap bahwa elektabilitas Prabowo-Sandi sukses mengungguli Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan selisih 24%.

"Kami punya survei internal 62% (Prabowo), 38% (Jokowi). Kita punya asesmen 62%," ungkap Sugiono di Jakarta Selatan pada Senin (8/4). "Terus yang selama ini beredar Prabowo-Sandi selalu di angka yang rendah."

Tak hanya itu, Sugiono juga menjelaskan bahwa survei internal BPN diungkapkan untuk mencegah penggiringan opini oleh kubu petahana. Pasalnya, banyak hasil survei yang menyatakan elektabilitas Jokowi mengungguli Prabowo.

"Kita merasa ada ketidakseimbangan informasi di kalangan masyarakat bahwa kita selalu dianggap di bawah," jelas Sugiono. "Kita tidak ingin ada informasi yang sifatnya misleading bagi khalayak."

Sugiono menjelaskan bahwa terlalu banyak informasi yang menyebutkan bahwa elektabilitas Prabowo-Sandi selalu kalah bisa berbahaya. Pasalnya, masyarakat dapat menjadi sepenuhnya percaya dan menganggap hasil survei yang berbeda sebagai suatu kesalahan.


"Kita harus sampaikan, bukan itu yang terjadi, bukan itu yang sebenarnya ada. Kita buktikan ke mana-mana kita kampanye, turn out-nya seperti itu," terang Sugiono. "Kemudian ekspresi yang keluar dari masyarakat yang menghadiri kampanye kita itu tidak tertangkap oleh berita-berita yang ada."

Survei internal BPN sendiri, tutur Sugiono, dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan responden berjumlah 1.440. Meski demikian, Sugiono tidak dapat menjelaskan demografi responden maupun margin of error survei.

"Di setiap tempat punya demografi yang berbeda-beda, ya. Saya harus ambil tanggal pastinya, ya," tutur Sugiono. "Kita tidak persiapkan momen ini untuk melepaskan survei. Kita tidak berbicara soal hasil survei kita, kita berbicara soal prospeklah, prospek Prabowo-Sandi. Kalau nanti ada kesempatan, saya kira kita bisa rilis dalam forum yang lebih resmi."

Di sisi lain, hasil survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) juga menunjukkan keunggulan Prabowo-Sandi. Paslon nomor urut 02 disebut berpeluang besar menang atas kubu petahana dengan selisih hanya 2,14%.

Menanggapi prediksi kemenangan tipisnya, Sandi mengaku tetap mempercayai survei internal. Ia berharap akan terdapat sentimen positif dan momentum yang semakin kuat untuk perubahan.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait