Pakar Psikologi Politik Nilai Prabowo Emosi Hingga 'Gebrak Meja' Karena Sering Kalah di Survei
Nasional

Pakar psikologi politik Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, menyoroti karakter Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, yang dinilai lebih emosional akhir-akhir ini.

WowKeren - Calon Presiden (Capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto, dinilai lebih emosional akhir-akhir ini. Prabowo bahkan sempat melakukan aksi "gebrak meja" saat berkampanye ke di Stadion Kridosono, Yogyakarta, pada Senin (8/4) kemarin.

Perilaku Prabowo lantas disoroti oleh pakar psikologi politik Universitas Indonesia, Hamdi Muluk. Dilansir Kompas.com pada Rabu (10/4), Hamdi mengaku dirinya sudah pernah mengidentifikasi sifat Prabowo dalam tulisan ilmiahnya mengenai karakter pemimpin.

Prabowo dinilai sebagai sosok yang kurang mampu mengendalikan emosi. Itu sebabnya Hamdi agak pesimis kala Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno berupaya mengubah citra negatif sang Capres.

"Karena itu karakter, watak, sifat. Itu sulit diubah. Nah, dia itu muncul ketika seseorang dalam keadaan tertekan, muncul karakter asli, watak asli itu," jelas Hamdi dilansir Kompas.com, Rabu. "Misalnya dalam situasi kampanye, kan ramai. Ada satu dua tiga orang ngobrol satu sama lain. Oh, itu dianggapnya orang tidak menghargai dia, nah dia marah. Mudah sekali terpancing emosinya karena sulit mengendalikan dalam keadaan-keadaan tertentu."


Dugaan Hamdi, situasi yang membuat Prabowo tertekan dan memunculkan sifat emosionalnya berkaitan dengan hasil survei elektabilitas Pilpres 2019. Diketahui, mayoritas lembaga mengeluarkan hasil survei yang mengunggulkan paslon Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Prabowo adalah orang yang berpendidikan. Dia mengerti bahwa survei-survei itu fakta. Ya, meski secara retorika politik, dia bilang, itu enggak bisa dipercayalah, itu bayaran semua lah," tutur Hamdi. "Itu sebatas retorika politik. Tapi secara faktual, dia mengerti bahwa dia ketinggalan. Situasi ini tentu menekan dia dong."

Hamdi menilai bahwa kondisi tersebut wajar. Pasalnya, tidak ada pihak yang mau kalah dalam sebuah kontestasi.

"Itu situasi yang stressfull juga. Karena pada hakekatnya, enggak ada orang yang mau kalah di dalam kontestasi," jelas Hamdi. "Oleh sebab itu, ketika ada situasi tertentu, dia terpancing dan marah."

Karakter emosional tersebut, tutur Hamdi, kurang positif bagi citra Prabowo apabila ia hendak menaikkan elektabilitasnya. Penampilan karakter semacam itu dinilai hanya akan menguatkan loyalitas basis elektoralnya saja dan tidak memperluas ke segmen lain.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait