Poyuono Sindir TKN Jokowi: Dari Awal Saya Bilang Bowo Sidik Disuruh Menteri, Siapa yang Hoaks?
Nasional

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono mengaku bahwa sedari awal dirinya sudah membahas keterlibatan seorang Menteri di kasus Bowo, namun justru disebut hoaks.

WowKeren - Tersangka kasus dugaan suap distribusi pupuk, Bowo Sidik Pangarso, menyebut seorang Menteri di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo menjadi sumber dana amplop "Serangan Fajar". Tak hanya Menteri, Bowo juga menyeret seorang Direktur BUMN.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, pun buka suara. Arief mengaku bahwa sedari awal dirinya sudah membahas keterlibatan seorang Menteri di kasus Bowo.

"Lah kan dari awal sudah saya katakan," tutur Arief, Kamis (11/4). "Kalau Mas Bowo Pangarso itu hanyalah disuruh sama Menteri."

Arief pun lantas "menyerang" Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin. Pasalnya, Arief merasa dirinya sempat difitnah karena melempar isu keterlibatan Menteri di kasus Bowo.

"Nah, siapa yang tukang hoaks?" ujar Arief. "Saya apa TKN yang coba ngeles dalam kasus amplop putih cap jempol."


Saat ditanyai dari mana ia mendapatkan informasi tersebut, Arief hanya menjawab sekenanya. "Dari malaikat Allah. Makanya TKN jangan suka memfitnah saya kalau saya ini nyebar isu," jelas Arief.

Sebelumnya, pernyataan tersebut disampaikan Bowo lewat pengacaranya, Saut Edward Rajagukguk. Menurut Saut, informasi tersebut disampaikan langsung secara lisan oleh kliennya kepada penyidik KPK.

"Yang memenuhi Rp 8 miliar yang ada di amplop sudah. Dari salah satu menteri di kabinet ini," ujar Saut di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (10/4). "Harus kooperatif. Ada Menteri, ada direktur BUMN."

Diketahui, kasus ini mengungkap dugaan suap kerja sama pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) dan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK). Selain Bowo, Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti, dan karyawan PT Inersia, Indung, ditetapkan sebagai tersangka.

Sebelumnya, Bowo juga sempat menyeret nama Nusron Wahid dan Partainya sendiri, Golkar. Bowo menyebut bahwa ia diminta untuk menyiapkan 400 ribu amplop oleh Golkar dan Nusron.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait