Berdasarkan kajian dari pakar geologi, menunjukkan bahwa sesar Kendeng masih aktif dengan pergerakan sejauh 5 mm per tahun. Patahan ini membentang dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 30 April 2019 - 18:55 WIB
WowKeren - Bencana bisa datang kapan saja dan di mana saja. Sebagai manusia, langkah yang bisa dilakukan adalah pencegahan untuk meminimalisir dampak bencana tersebut.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dan juga Pemkot Surabaya terkait dampak bahaya sesar Kendeng yang melintasi Kota Pahlawan. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BNPB Doni Monardo dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana Provinsi Jawa Timur. Baik Pemprov maupun Pemkot diharapkan bisa mengambil langkah pencegahan untuk meminimalisir dampak bencana yang mungkin terjadi.
"Kami memberikan pemahaman dan penjelasan ke Pemprov Jatim dan Surabaya," kata Doni dilansir dari Jatim Now, Selasa (30/4). "Supaya diberikan langkah-langkah pencegahan."
Ia menyinggung pembangunan yang ada di sekitar daerah yang dilalui jalur sesar Kendeng. Ia meminta agar pembangunan yang dilakukan di atas jalur patahan Kendeng dikaji ulang. Sebab jika tidak, hal tersebut dikhawatirkan memberikan risiko yang cukup besar. "Setiap pembangunan kalau mengabaikan resiko bencana misalnya patahan Kendeng, begitu ada bangunan yang dibangun di atas patahan Kendeng menimbulkan resiko yang besar," jelas Doni.
Doni meminta agar pihak Pemprov Jatim maupun Pemkot Surabaya tidak menganggap sepele hasil kajian yang dilakukan oleh para ahli geologi. Hal itu bisa dilakukan dengan cara memasang tanda peringatan di sepanjang wilayah yang memiliki potensi bahaya. "Ke depan diberikan langkah-langkah perlu ada pemasangan tanda di wilayah yang dilalui sesar Kendeng itu," imbuh Doni.
Pemerintah daerah diharapkan bisa memahami karakteristik potensi bencana yang ada di wilayah masing-masing. Oleh sebab itu, perlu adanya kerja sama antara Pemda, pakar geologi, serta BPBD untuk terus meminimalisir risiko bencana.
"Harus mengenali karakteristik bencana di daerah masing-masing," tegas Doni. "Makanya saya minta BPBD untuk terus memberikan masukan ke Pemda."
BNPB mencatat patahan Kendeng membentang dari Jawa Tengah hingga ke Gresik, Waru, dan Surabaya. Adapun pergerakan sesar yang aktif tersebut sebesar 5 mm per tahun. Bukti ini semakin menunjukkan kerentanan kota-kota besar di Jawa terhadap gempa bumi.
(wk/zodi)