Penjelasan Politikus PDIP Soal Video 'Siap Presiden' Miliknya yang Viral dan Dianggap Menyindir
Nasional

Politikus PDIP Adian Napitupulu menegaskan bahwa aksinya yang terekam dalam video tersebut adalah murni spontanitas. Ia menyebut bahwa tak seharusnya video tersebut ditanggapi menggunakan perasaan.

WowKeren - Beberapa waktu lalu sempat ramai video yang memperlihatkan jajaran purnawirawan TNI memberikan salam hormat ke Cawapres 02 Prabowo Subianto. Dalam video tersebut, terlihat para purnawirawan tersebut berkata "siap Presiden" sambil memberi hormat ke Prabowo.

Tak berselang lama, media sosial kembali diramaikan dengan video serupa. Bedanya, dalam video kedua ini menampilkan anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) yang memberikan salam "siap Presiden" ke Capres 01 Joko Widodo alias Jokowi.

Adapun orang pertama yang melakukan itu adalah politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Adian Napitupulu. Video tersebut kemudian ramai dibicarakan bahkan ada yang menganggap bahwa video itu merupakan sindiran untuk Paslon 02 Prabowo-Sandiaga Uno.

Terkait hal ini, Adian memberikan penjelasan. Saat tampil di acara "Mata Najwa" edisi Rabu (1/5), Adian mengatakan bahwa apa yang dilakukannya itu murni spontanitas. Baginya, tidak mungkin ia berkata "Pak Joko" ataupun "Pak Widodo". Mengingat Jokowi adalah presiden yang masih resmi menjabat saat ini, maka Adian pun memanggil mantan Wali Kota Surakarta tersebut demikian.


"Karena tidak mungkin saya bilang siap Pak Joko," kara Adian. "Tidak mungkin saya bilang siap Pak Widodo. Dia presiden jadi harus siap presiden dong."

Adian juga tak setuju jika aksi yang dilakukannya tersebut ditujukan untuk menyindir pihak tertentu. Meski demikian, ia tidak masalah jika ada orang merasa tersindir oleh perilakunya tersebut.

"Saya nggak merasa menyindir tapi kalau ada yang tersindir saya nggak tau. Kalau misalnya saya bilang siap presiden, emang ada presiden lain yang tersindir? kan ga ada," tutur Adian. "Orang presiden cuma Joko Widodo kok. Mungkin ada orang yang merasa dirinya presiden tersindir boleh saja."

Adian menilai bahwa tak seharusnya hal-hal semacam itu menjadi perbincangan berlarut-larut. Tidak seharusnya, aksinya tersebut disikapi secara berlebihan apalagi melibatkan perasaan.

"Enggak penting menurut kita menggunakan perasaan-perasaan berlebihan dalam situasi seperti ini," tegas Adian. "Harusnya yang tersinggung itu presiden sekarang yang menjabat, ketika ada orang lain yang ngaku-ngaku presiden."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait