Markas Besar Polri mengatakan bahwa mereka tengan memetakan profil pemilik blog yang menyebarkan hoaks tersebut. Terkait kabar bohong itu, Tito membantah adanya perintah untuk menembak mati Habib Rizieq oleh dirinya.
- Nur Islamiyah
- Sabtu, 04 Mei 2019 - 08:45 WIB
WowKeren - Beberapa waktu lalu, beredar kabar bohong atau hoaks yang menyebut Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian memerintahkan anak buahnya untuk menembak mati Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab. Isu tersebut muncul dalam sebuah tulisan berjudul "HRS (Habib Rizieq Shihab) Akan Kerahkan People Power, Polri: Kami Siap Tembak Mati Perusuh NKRI, Sekalipun Itu Cucu Nabi".
Markas Besar Polri mengatakan bahwa mereka tengah memetakan profil pemilik blog yang menyebarkan hoaks tersebut. "Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri sedang mendalami pemilik blog tersebut," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di kantornya, seperti dilansir dari Tempo.
Terkait kabar bohong itu, Tito membantah adanya perintah untuk menembak mati Habib Rizieq oleh dirinya. Tulisan tersebut juga dipublikasikan lewat sebuah blog, bukannya media mainstream.
"Ada beberapa hoaks yang mengatasnamakan saya, contohnya 'perintah Kapolri tembak di tempat meskipun itu cucu nabi', tidak ada saya mengatakan itu," jelas Tito di gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Kamis (2/5). "(Tulisan) itu ada yang membuatnya di blog, bukan di media mainstream."
Tito mengaku pihaknya kini tengah mengejar orang tak bertanggung jawab yang membuat dan mempublikasikan hoaks tersebut. Pasalnya, tulisan tersebut dinilai berusaha mengadu domba pihak Polri dengan pihak Ulama.
Berkaitan dengan people power, Tito mengaku bahwa apabila benar-benar ada aksi massa, maka pihaknya akan menangani aksi tersebut sesuai aturan yang berlaku. Ia tidak akan mengambil tindakan di luar prosedur.
(wk/nris)