Buntut Pernyataan Rasis Hendropriyono Singgung Keturunan Arab, PA 212 Tempuh Jalur Hukum
Nasional

Novel Bamukmin mengatakan bahwa pihaknya bersama keturunan Arab lain akan melaporkan Hendropriyono ke pihak berwajib karena dianggap telah membuat ujaran kebencian.

WowKeren - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono belum lama ini membuat kontroversial yang memicu protes dari sejumlah pihak. Dalam pernyataannya itu, Hendropriyono menyebut bahwa keturunan Arab sebaiknya tidak bersikap provokatif.

Pernyataan Hendropriyono dianggap mencerminkan rasisme. Hal itu seperti yang diungkapkan oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Terkait pernyataan ini, Persatuan Alumni (PA) 212 berencana melaporkan mantan Kepala BIN tersebut ke pihak berwajib. Hendropriyono dinilai telah melakukan ujaran kebencian.

"InsyaAllah saya dan keturunan Arab yang lain akan melaporkan Hendropriyono," kata Novel Bamukmin, Selasa (7/5). "Yang telah melakukan ujaran kebencian membuat provokator bernuansa SARA."

Meski berencana melaporkan, namun Novel belum memberitahukan secara pasti kapan akan melaporkan. Hal itu, dikatakannya, rencana tersebut harus terlebih dahulu dikoordinasikan dengan advokat muslim alumni 212.

"Hari ini kita dari Korlabi masih koordinasikan dengan advokat muslim alumni 212 yang lain," tutur Novel. "Dan insyaAllah akan kita laporkan ke Mabes Polri."


Sementara itu, Ketua PA 212 Slamet Ma'arif tak hanya menilai pernyataan Hendropriyono bernuansa rasis namun juga menunjukkan bahwa mantan Kepala BIN tersebut tidak paham akan sejarah. "Bukti dia rasis dan nggak ngerti sejarah," kata Slamet dilansir dari Detik, Rabu (8/4).

Sebelumnya, Hendropriyono memperingatkan Rizieq, Yusuf Martak, dan sejumlah WNI keturunan Arab agar tidak menjadi provokator yang mampu mengancam disiplin sosial. Hal semacam ini dinilai tidak sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Saya peringatkan Rizieq, Yusuf Martak, dan orang-orang yang meneriakkan revolusi kan sudah banyak," kata Hendropriyono, Selasa (7/5). "Itu inkonstitusional, merusak disiplin dan tata tertib sosial, jangan seperti itu."

Menurut Hendripryono, banyak keturunan Arab yang disegani di masyarakat. Oleh sebab itu, ia merasa perlu mengingatkan keturunan Arab untuk tidak memprovokasi revolusi.

"Kalau kenyataan di masyarakat kita itu sangat menghormati orang-orang Arab, mereka kan juga warga negara Indonesia. Kalau di kampung-kampung kita masih bisa lihat orang Arab datang ke kampung-kampung pada cium tangan," tutur Hendropriyono. "Berarti posisinya mereka kan berada pada tempat yang dimuliakan, mereka kemudian langsung atau tidak langsung terakui sebagai pemimpin informal, informal leader."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait