Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin terseret kasus suap jual beli jabatan di lingkungan di lingkungan Kanwil Kemenag Jatim yang juga telah membuat Romahurmuziy diturunkan dari jabatan Ketua Umum PPP.
- Neressa Prahastiwi
- Kamis, 09 Mei 2019 - 16:35 WIB
WowKeren - Rencana reshuffle Kabinet Kerja yang kabarnya akan dilaksanakan seusai Lebaran belakangan santer terdengar. Namun, belum diketahui pasti apakah rencana tersebut terkait tiga menteri Kabinet Kerja yang tersandung kasus korupsi.
Salah satu dari tiga menteri yang diduga terlibat adalah Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin. Lukman diduga terlibat dalam kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kanwil Kemenag Jatim yang juga telah membuat Romahurmuziy diturunkan dari jabatan Ketua Umum PPP.
Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani, menyatakan bahwa pihaknya menyerahkan seluruh keputusan kepada Presiden Joko Widodo. Terlebih pengangkatan maupun pemberhentian seorang menteri merupakan hak prerogatif presiden.
"Prinsipnya terkait Menag ketika beliau diminta Jokowi untuk jadi Menag sudah kami wakafkan," kata Arsul seperti dikutip CNNIndonesia. "Apakah masih dipertahankan atau sudah tidak diperlukan, apapun alasannya kami percayakan pada Presiden. Kami tidak akan persoalkan soal itu."
Sebagai salah satu partai politik pendukung pemerintahan, PPP mempercayakan segala keputusan pada Presiden Jokowi. Arsul tampaknya begitu pasrah dengan kemungkinan reshuffle yang belakangan ramai diperbincangkan tersebut.
"Ini baru ada tanda bahwa kemungkinan ada reshuffle yang dilakukan presiden," tutup Arsul. "Tentu bagi kami yang ada di pemerintahan yang kebetulan punya menteri, reshuffle ini kami serahkan kepada Jokowi sebagai presiden."
Sementara itu, Menag Lukman telah memenuhi panggilan KPK kemarin sebagai saksi setelah beberapa kali mangkir. Wakil Ketua Komisi VIII DPR sekaligus Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Tubagus Ace Hasan Syadzily, tampak enggan berkomentar banyak mengenai kemungkinan Menag Lukman diganti.
"Kami menyerahkan jika ada seorang mitra kami yang terseret masalah hukum pada proses hukum. Kami tidak mau mendahului proses hukum tersebut," tandasnya. "Kami berharap berdoa Lukman Hakim yang kemarin dipanggil KPK dapat melalui proses hukumnya."
(wk/nere)