Komnas HAM membantah jika upaya melakukan investigasi terhadap kematian petugas KPPS disebut mengakomodir Paslon tertentu sebab lembaga ini sama sekali tidak terafiliasi dengan kepentingan politik kecuali untuk perdamaian bangsa.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 10 Mei 2019 - 12:31 WIB
WowKeren - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyoroti banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia dalam pelaksanaan Pemilu 2019. Mereka akan mulai melakukan investigasi di tiga daerah yang jumlah petugasnya meninggal paling banyak.
"Kita akan laksanakan di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Banten," kata Wakil Ketua Komnas HAM Hariansyah dalam jumpa pers di Kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Rabu (8/5). "Paling banyak di tiga daerah itu."
Hingga kini, jumlah petugas yang meninggal sudah mencapai lebih dari 500 orang. Komnas HAM menuturkan bahwa upaya penyelidikan ini merupakan bentuk tanggung jawab mereka dalam memantau Pemilu. "Sampai 500 lebih yang meninggal dunia, ini sebuah jumlah yang besar. Oleh karena itu kita akan selidiki penyebabnya," lanjut Hairansyah.
Komnas HAM membantah jika upaya penyelidikan ini dilakukan dalam rangka mendukung salah satu Paslon. "Enggak sama sekali. Kita mengikuti informasi yang berkembang. Kita mulai karena sudah ramai di publik," jelas Hairansyah, Kamis (9/5).
Banyaknya petugas KPPS yang meninggal meramaikan desakan terhadap pemerintah untuk membentuk Tim Pencari Fakta (TPF). Hairansyah mengatakan bahwa Komnas HAM terus memantau setiap tahapan dalam proses penyelenggaraan Pemilu, terutama fenomena banyaknya petugas KPPS yang meninggal.
Hal serupa juga disampaikan oleh Komisioner Komnas HAM Amiruddin. Amiruddin menegaskan bahwa upaya penyelidikan fakta tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan faktor politik. Hal itu semata-mata murni untuk menepis isu liar yang berkembang. Bahkan muncul isu yang menyebut bahwa petugas meninggal karena diracun.
"Kan, sudah mulai kemana-mana isunya," tutur Amiruddin. "Ada yang bilang diracun dan sebagainya. Kita cari fakta yang sebenarnya agar publik menjadi tenang."
Hal tersebut juga ditegaskan oleh Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik. Komnas HAM tidak memiliki kepentingan politik. Namun yang jelas, lembaga ini akan terus berupaya untuk mewujudkan perdamaian. "Komnas HAM tidak punya kepentingan politik apa-apa, kecuali kepentingan politik bagi demokrasi dan kedamaian bagi bangsa ini," tutur Taufan.
(wk/zodi)