Selain itu, Slamet menjelaskan bahwa pengawalan ini berbeda dengan aksi yang digelar Kivlan Zen dan Eggi Sudjana. Meski berbeda, Slamet mempersilahkan massa arahan Kivlan dan Eggi untuk bergabung dalam pengawalan hari ini.
- Nur Islamiyah
- Jumat, 10 Mei 2019 - 12:35 WIB
WowKeren - Masa koalisi umat dan ulama akan melakukan aksi mengawal pelaporan kecurangan Pemilu yang akan dilakukan tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ke Badan Pengawas Pemilu pada siang ini, tepatnya Rabut (10/5). Ketua PA 212 Slamet Maarif mengatakan bahwa rencana tersebut bukan aksi demonstrasi.
Slamet menegaskan, massa hanya akan mengawal BPN yang melapor ke Bawaslu. "Hari ini kan resmi BPN mau lapor. Kita kawal bukan demo," kata Slamet, seperti yang dikutip dari CNN Indonesia.
Berdasarkan poster yang tersebar di sosial media, aksi mengawal laporan BPN akan dimulai dengan berkumpul di Masjid Istiqlal usai salat Jumat. Massa kemudian akan konvoi ke gedung Bawaslu RI yang berada di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
Selain itu, Slamet menjelaskan bahwa pengawalan ini berbeda dengan aksi yang digelar Kivlan Zen dan Eggi Sudjana. "Pengawalan hari ini tidak ada hubungannya dengan aksi Eggi cs kemarin," jelasnya.
Meski berbeda, Slamet mempersilahkan massa arahan Kivlan dan Eggi untuk bergabung dalam pengawalan hari ini. "Kalau Eggi cs mau ikut kawal sebagai peserta ya monggo," lanjutnya.
Sementara itu, Juru Bicara BPN, Ferry Juliantono mengatakan bahwa terdapat lima laporan dugaan kecurangan yang telah disiapkan pihaknya. Laporan tersebut diantaranya dugaan penggunaan sumber daya dan keuangan negara bagi kepentingan pemilu, pelanggaran netralitas ASN di Pemilu dan kecurangan menggunakan formulir C1 untuk memenangkan pasangan calon 01.
"Ada lima laporan dugaan kecurangan Pemilu yang telah disiapkan oleh BPN dari direktorat advokat dan hukum yang akan disampaikan kepada Bawaslu," ucap Ferry. Ia juga mengajak kepada seluruh partai koalisi pendukung Prabowo-Sandi untuk ikut mengawal pelaporan ke Bawaslu.
Sebelumnya, Kivlan dan massa yang tergabung dalam Gabungan elemen Rakyat untuk Keadilan dan Kebenaran (Gerak), gagal melakukan demo di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Diketahui, gagalnya demo tersebut diakibatkan mereka belum mengantongi izin atau surat tanda terima pemberitahuan (STTP) dari pihak kepolisian.
Eggi Sudjana memastikan akan kembali menggelar aksi massa kepung KPU dan Bawaslu pada Jumat (10/5) besok. Eggi menyebut bahwa mereka akan melakukan aksi tersebut selepas salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.
(wk/nris)