Polisi menuturkan bahwa dibutuhkan keahlian khusus untuk merakit bom berdaya ledak tinggi seperti yang ditemukan di Bekasi sehingga hanya orang-orang tertentu yang bisa merakitnya.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 10 Mei 2019 - 12:52 WIB
WowKeren - Belum lama ini polisi kembali menemukan bom yang diduga milik jaringan teroris. Bom tersebut ditemukan di salah satu toko ponsel di Bekasi pada Rabu (8/5). Polisi berhasil mengamankan seorang pelaku yang diduga masih terkait jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung.
Bom yang diamankan merupakan bom berdaya ledak tinggi jenis triacetone triperoxide (TATP) atau yang dikenal sebutan 'Mother of Satan'. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan bahwa bom ini berbeda dari bom-bom yang pernha ditemukan sebelumya di Sibolga, Sumatera Utara.
"Bom-bom yang dirakit JAD Bekasi berbeda dengan bom di Sibolga, Sumatera Utara," tutur Dedi di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (9/5). "Bom yang mereka rakit kekuatannya high explosive. Bahan-bahannya Mother of Satan."
Dedi mengungkapkan bahwa hanya ada sedikit orang yang bisa merakit bom semacam ini. Sebab, diperlukan keahlian khusus untuk bisa membuat bom berdaya ledak tinggi. "Hanya orang-orang tertentu yang memiliki keahlian, yang bisa merakit bahan bom high explosive," imbuh Dedi.
EY yang merupakan tersangka, dikatakan Dedi, memiliki kemampuan semacam itu. "Kemampuannya ada di tersangka EY," tegas Dedi.
EY ditangkap di SPBU Pertamina di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. EY yang masih berusia 26 tahun tersebut merupakan pemimpin JAD bekasi, sekaligus berperan sebagai penyandang dana perakitan bom kelompoknya dan JAD Lampung. Dedi menuturkan bahwa sejumlah kelompok teroris yang ditangkap akhir-akhir ini memiliki jaringan yang terstruktur.
"Kelompok-kelompok yang belakangan ini kami tangkap adalah kelompok-kelompok terorisme yang terstruktur," jelas Dedi. "Ada amir dan perangkat-perangkatnya. Mereka dibaiat lewat media sosial. Kalau amirnya tertangkap, dia akan dibaiat Oman Abdurrahman."
Dalam operasi itu, polisi berhasil mengamankan dua bom dan berhasil dimusnahkan oleh tim Densus 88 Polri. "Salah satu dari bahan peledak sudah kita disposal ya, sekitar pukul 21.00 WIB kemarin," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Kamis (9/5).
(wk/zodi)