Ketum PBNU Said Aqil Berharap Tak Ada Isu Agama yang dapat Memecah Belah pada Pemilu Selanjutnya
Twitter/saidaqil
Nasional

Isu agama, menurut Said dapat memecah belah masyarakat. Ia mencontohkan beberapa negara Timur Tengah yang berkonflik karena isu agama, seperti Irak, suriah hingga mesir.

WowKeren - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj menilai Pemilu 2019 menggunakan isu agama yang sangat kental. Ia berharap pemilu tahun ini akan menjadi pelajaran sehingga penggunaan isu agama tidak digunakan dalam pesta demokrasi selanjutnya.

‎"Baru kali ini pemilu isunya agama. Ini mudah-mudahan jangan terulang, cukup tahun ini," tutur Said. "Ke depan pemilu itu adalah adu program bukan agama, bukan Islam non-Islam, bukan pendukung Islam, anti-Islam. Itu sangat berbahaya." ujarnya.

Isu agama, menurut Said dapat memecah belah masyarakat. Ia mencontohkan beberapa negara Timur Tengah yang berkonflik karena isu agama, seperti Irak, suriah hingga mesir.


Said juga merasa heran banyak pihak yang menyerang pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan isu agama. "Lucu, terus terang saja kalau pasangan Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin disebut anti-Islam luculah, masa Kiai Ma'ruf anti-Islam," kata Said.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif juga menyampaikan hal yang sama. Ia meminta agar masyarakat tak terbelah karena kepentingan politik sesaat.

Pria yang akrab disebut Buya Syafii ini mengajak semua pihak berpegangan pada undang-undang untuk mengantisipasi terbelahnya masyarakat usai Pemilu 2019. Selain itu, ia meminta agar Presiden Jokowi yang kemungkinan terpilih lagi menjadi pemimpin semua golongan.

"Kemudian presiden juga harus, jadi bukan presiden dari (partai) pengusung, tapi presiden dari semua orang termasuk yang enggak memilih dia," ucapnya."(Jika) Bangsa ini terbelah saya rasa kita tak tahu akan ke mana. Keutuhan bangsa harus dijaga betul."

(wk/nris)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait