Kemacetan lalu lintas menjadi hal yang tidak bisa dihindari saat mudik tahunan Idul Fitri. Untuk itu, pemerintah terus mengupayakan strategi untuk meminimalisir angka kemacetan.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 10 Mei 2019 - 13:03 WIB
WowKeren - Mudik lebaran telah menjadi tradisi tahunan di Indonesia. Segala kesibukan kerja ditinggalkan selama kurang lebih satu minggu lamanya untuk menempuh perjalanan ke kampung halaman. Sebagian besar orang tak ingin melewatkan momen Idul Fitri tanpa berkumpul dengan sanak keluarga tersayang.
Tak heran jika sepanjang lajur jalan raya selalu penuh sesak oleh para rantau yang siap mudik ke kampung halaman. Tentu saja, kemacetan jalan raya menjadi hal yang dianggap "lumrah" kali ini. Meski demikian, pemerintah tetap berupaya untuk meminimalisir angka kemacetan saat mudik hari raya.
Kementerian Perhubungan tengah mempersiapkan strategi untuk mencegah kemacetan khususnya di sepanjang ruas Trans Jawa. Hasilnya, mereka sepakat menggunakan sistem one way atau satu arah.
"Kami sudah menggelar rapat dengan Kakorlantas Polri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), dan Jasa Marga," kata Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi dalam keterangannya, Jumat (10/5). "Kami sepakat menggunakan sistem one way."
Adapun alasan menggunakan sistem satu arah ini berkaitan dengan kebiasaan masyarakat yang cenderung mudik secara rombongan. Dalam satu rombongan pada umumnya ada 2 hingga 3 mobil.
"Kenapa one way?" lanjut Budi. "Karena ada kecenderungan masyarakat mudik dengan rombongan, bisa 2-3 mobil, kemudian kalau ada yang (bernomor) ganjil dan yang genap pasti akan terpisah mobilnya."
Sistem satu arah ini akan diberlakukan selama 30 Mei-2 Juni dan berlangsung selama 24 jam. "Kendaraan dari arah timur nanti dari Brebes Barat akan keluar menggunakan jalan arteri atau jalan negara sampai ke Cirebon, kemudian Indramayu sampai ke Jakarta. Ini mulai berlaku pada tanggal 30 Mei-2 Juni dan berlangsung selama 24 jam," jelas Budi.
"Dengan adanya sistem satu arah ini diharapkan masyarakat dari Semarang akan menggunakan jalan negara biasa. "Dengan kita berlakukan one way ini, kita harapkan masyarakat dari Semarang saat arus mudik akan pakai jalan negara biasa."
(wk/zodi)