Waketum Gerindra Arief Poyuono mempersilakan Demokrat mundur dari koalisi Prabowo-Sandiaga sebab selama ini partai tersebut dinilai tidak memberikan dampak signifikan untuk Paslon 02.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 11 Mei 2019 - 09:30 WIB
WowKeren - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mempersilakan Partai Demokrat untuk mundur dari koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Pernyataan tersebut diungkapkannya secara terang-terangan. Bahkan ia menyebut bahwa sebetulnya selama ini Demokrat tidak begitu menyumbang suara yang signifikan untuk Paslon 02.
"Mau mundur dari koalisi saja pake mencla-mencle segala. Monggo keluar aja deh," kata Poyuono dilansir dari CNN Indonesia, Sabtu (11/5). "Wong enggak Ada pengaruhnya menghasilkan suara Prabowo Sandi kok selama ini. Malah menurunkan suara lho."
Poyuono menilai bahwa gelagat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Umum Demokrat yang mencla-mencle disebabkan karena belum adanya jaminan hukum dari Joko Widodo alias Jokowi. Menurut Poyuono, keluarga SBY diduga banyak terlibat kasus korupsi.
"Dan Saya tahu kok kenapa kayak undur undur," lanjut Poyuono. "Maklum belum clear jaminan hukum dari kangmas Joko Widodo bagi keluarga SBY yang diduga banyak terlibat kasus korupsi, kayak kasus korupsi proyek hambalang ."
Pernyataan ini tentu saja menimbulkan reaksi keras dari Demokrat. Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon mempertanyakan apakah pernyataan Poyuono memang benar-benar mewakili Prabowo atau tidak. "Pertanyaan kami, pikiran Poyuono menuduh keluarga SBY ini korupsi mewakili pikiran Prabowo selaku Ketua Umum Gerindra dan pimpinan koalisi atau tidak?" kata Jansen melalui keterangan tertulis, Jumat (10/5).
Jika memang benar demikian, maka hal ini dianggap berbahaya. Sebab, tuduhan Poyuono merupakan tuduhan yang dinilai serius secara hukum. Namun jika tidak, ia meminta agar Gerindra menegur Poyuono untuk segera meminta maaf.
"Kalau iya, ini sangat berbahaya karena tuduhan Poyuono ini tuduhan yang serius secara hukum," tegas Jansen. "Tapi jika tidak kami meminta kepada Gerindra untuk segera menegur Poyuono dan meminta maaf."
Sebaliknya, justru menurut Jansen, Poyuono lah yang selama ini menurunkan suara untuk Prabowo. "Kok malah menuduh kami. Silakan saja tanya publik. Suka tidak dengan tipe orang seperti Arief Poyuono ini. Malah setiap dia muncul yang saya tahu suara Prabowo turun," ujar Jansen.
(wk/zodi)