Tanggapi Pernyataan Arief Poyuono, TKN Jokowi-Ma'ruf Buka Pintu Koalisi untuk Demokrat
Nasional

Wakil Sekretaris TKN, Ahmad Rofiq, menyebut bahwa peluang Demokrat bergabung sudah terlihat sejak pertemuan Ketua Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono dengan Jokowi beberapa waktu lalu.

WowKeren - Pernyataan Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Poyuono, yang meminta Demokrat mundur dari koalisi calon nomor urut 02 rupanya menimbulkan polemik tersendiri. Sebelumnya, Poyuono memang meminta Partai Demokrat keluar dari koalisi Indonesia Adil Makmur karena dianggap tak jelas seperti serangga undur-undur.

Menanggapi hal ini, Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, pun buka suara. Mereka tak segan membuka kemungkinan koalisi untuk anggota partai Demokrat yang ingin bergabung dan keluar dari koalisi Adil Makmur pendukung paslon 02.

"TKN welcome kepada seluruh partai. Kalau mereka memang ingin gabung ke Pak Jokowi kita welcome, kita senang," ujar Wakil Sekretaris TKN Ahmad Rofiq saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (11/5).

Rofiq juga memastikan koalisi akan mengkaji ulang komposisi bagi masing-masing partai jika Demokrat benar bergabung dengan kubu Jokowi. Menurutnya, bergabungnya Demokrat di kubu Jokowi akan sangat menguntungkan, terlebih pada penguatan posisi di parlemen.

"Ini akan memperkuat di parlemen, karena hakikat koalisi itu kan di parlemen. Nanti soal komposisi akan dibahas dalam pembicaraan selanjutnya," ungkap Rofiq, seperti dilansir CNNIndonesia.


Rofiq menyebut bahwa peluang Demokrat bergabung sudah terlihat sejak pertemuan Ketua Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Jokowi beberapa waktu lalu. "Memang belum ada langkah partai (Demokrat) dengan TKN. Tapi pertemuan itu diharapkan mampu meredam situasi dan membuat suasana kondusif," ucap Rofiq.

Tak hanya itu, Rofiq juga menuturkan bahwa apabila Demokrat benar-benar bergabung dengan koalisi 01, maka mereka memang tak lagi sejalan dengan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. "Kalau sampai Demokrat gabung dengan TKN, ini pesan bahwa Demokrat memang tidak sejalan lagi dengan mereka."

Sementara itu, akar dari kisruh ini bermula saat Arief Poyuono mempersilakan Partai Demokrat untuk mundur dari koalisi. Bahkan ia menyebut bahwa sebetulnya selama ini Demokrat tidak begitu menyumbang suara yang signifikan untuk paslon 02.

"Mau mundur dari koalisi saja pake mencla-mencle segala. Monggo keluar aja deh," kata Poyuono. "Wong enggak Ada pengaruhnya menghasilkan suara Prabowo Sandi kok selama ini. Malah menurunkan suara lho."

Poyuono menilai bahwa gelagat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Umum Demokrat yang mencla-mencle disebabkan karena belum adanya jaminan hukum dari Joko Widodo. Menurut Poyuono, keluarga SBY diduga banyak terlibat kasus korupsi.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait