Partai Gerinda menyatakan bahwa apa yang disampaikan oleh Arief Poyuono selaku Wakil Ketua Umum tidak mewakili partai maupun BPN, melainkan murni pernyataan pribadi.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 13 Mei 2019 - 10:49 WIB
WowKeren - Partai Gerindra akhirnya buka suara terkait pernyataan Waketum-nya, Arief Poyuono, yang dianggap telah memberikan pernyataan yang tidak baik dengan mengusir Partai Demokrat dari koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Gerinda meminta maaf atas pernyataan Poyuono tersebut.
"Tentu kami atas nama partai menyampaikan mohon maaf," kata Ketua DPP Gerinda Ahmad Riza Patria, Minggu (12/5). "Kalau ada perkataan-perkataan dari pengurus maupun kader Partai Gerindra yang dirasa kurang pas, kurang baik dirasa oleh partai lain termasuk Partai Demokrat."
Meski demikian, Riza tidak secara gamblang menyebut apakah akan menyetujui permintaan Ketua Divisi Hukum dan Advokasi PD Ferdinand Hutahaean yang meminta agar Gerindra memecat Poyuono. Riza hanya menegaskan bahwa apa yang disampaikan oleh Poyuono adalah pendapat pribadi. Sehingga tidak ada sangkut pautnya dengan Badan Pemenangan Nasional (BPN) maupun Prabowo.
"Jadi terkait pernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh Arief Poyuono tentu itu pernyataan pribadi," lanjut Riza. "Bukan sikap dari Prabowo, bukan sikap dari partai Gerindra dan juga bukan sikap daripada BPN. Itu adalah pernyataan-pernyataan pribadi."
Selain itu, Riza juga menegaskan bahwa PD masih solid mendukung Prabowo-Sandiaga. Bahkan, ia mengatakan jika hubungan Prabowo dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Umum PD terjalin dengan baik. PD dinilai telah memberikan kontribusi yang positif untuk memenangkan Prabowo selama ini.
"Jadi kami ingin menegaskan bahwa hubungan antara Pak Prabowo dan Pak SBY baik. Kemudian Gerindra dan Demokrat juga baik," jelas Riza. "Dan PD juga partai yang solid mendukung Prabowo-Sandi. PD juga partai di koalisi Adil Makmur yang memberikan kontribusi positif bagi pemenangan Prabowo-Sandi."
Sebelumnya, Ferdinand berharap agar Gerindra bertindak tegas terhadap Poyuono. Bahkan ia menyarankan agar Gerinda memecat Poyuono yang menurutnya tidak memiliki etika baik dalam menjalin komunikasi antar partai.
"Kami berharap agar Gerindra, tanpa bermaksud mencampuri urusan internal Gerindra agar memecat Arief Poyuono," kata Ferdinand, Sabtu (11/5). "Yang tidak punya etika dalam berkomunikasi antara partai."
(wk/zodi)