Pengamat Ungkap Koalisi Prabowo-Sandi Memang Sudah Retak Sejak Awal
Instagram/prabowo
Nasional

Isu perpecahan kini tengah menimpa koalisi Prabowo-Sandi. Pengamat politik Centre of Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes, pun memberi penjelasan.

WowKeren - Koalisi Indonesia Adil Makmur yang mengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pemilu 2019 kini tengah menghadapi ujian. Pasalnya, isu perpecahan kini tengah santer berhembus.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, bahkan meminta Partai Demokrat keluar dari koalisi. Poyuono menyebut bahwa sebetulnya selama ini Demokrat tidak begitu menyumbang suara yang signifikan untuk paslon 02.

Hal ini mendapat sorotan dari pengamat politik Centre of Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes. Menurut Arya, koalisi Prabowo-Sandiaga memang sudah tidak solid sejak sebelum dibentuk.

"Pertama, menurut saya koalisi ini sebenarnya sudah retak sejak awal," ungkap Arya dilansir Kompas.com, Minggu (12/5). Keretakan tersebut, tutur Arya, tampak dari Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN).


"Terutama Demokrat ya," ujar Arya. "Yang sejak awal membebaskan kepala daerah mereka untuk mendukung paslon mana pun dalam Pilpres."

Menurut Arya, Partai Demokrat sebagai bagian dari Koalisi Indonesia Adil Makmur harusnya menjamin seluruh kader untuk mengikuti sikap partai. Ditambah lagi dengan "drama" sebelum penetapan Sandiaga sebagai Calon Wakil Presiden. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat saat itu, Andi Arief, mengungkapkan ada mahar politik dalam penunjukkan Sandiaga.

Mirip dengan Demokrat, PAN juga memiliki banyak kader daerah yang justru membelot ke paslon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Isu PAN berpindah arah dukungan ke Jokowi-Ma'ruf juga berkembang usai sang Ketua Umum Zulkifli Hasan menemui Jokowi beberapa waktu lalu.

Tak hanya kedua partai tersebut, Arya juga menilai keretakan terlihat dari susunan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. "Struktur BPN secara umum tidak mencerminkan kekuatan partai pendukung. Betapa salah satu partai itu mendominasi posisi strategis di koalisi itu, padahal mereka satu koalisi ya," jelas Arya.

Oleh sebab itu lah, Arya mengaku sudah tak heran lagi apabila kini ada isu beberapa partai anggota koalisi Prabowo-Sandi hendak mengubah arah dukungan. "Karena memang retak sejak awal," jelas Arya.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait