Demokrat Jawab Permintaan Maaf Gerindra, Sebut Poyuono Bukan Orang Penting
Instagram/ferdinand_hutahaean
Nasional

Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, menilai bahwa Poyuono bukan 'orang penting' baik di Gerindra maupun BPN Prabowo-Sandi.

WowKeren - Beberapa waktu lalu, Waketum Partai Gerindra, Arief Poyuono, dianggap telah memberikan pernyataan yang tidak baik dengan mengusir Partai Demokrat dari koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Gerindra atas nama Partai pun telah menyampaikan permintaan maaf mereka.

Partai Demokrat sendiri menerima permintaan maaf tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.

"Kami menghormati sikap Gerindra. Sejak lama sebetulnya kami melihat bagaimana Arief Poyuono ini bukan orang penting di Gerindra," jelas Ferdinand pada Senin (13/5). "Jadi dipecat tidak dipecat sebetulnya tidak terlalu berpengaruh buat kami."

Meski demikian, Ferdinand mengaku akan menghormati seluruh keputusan Gerindra. "Tidak apa-apa, tidak masalah, kami hormati karena itu kedaulatan Gerindra. Tapi kami harus menyampaikan apa yang kami rasakan," ujar Ferdinand.


Menurut Ferdinand, Poyuono memang bukan "orang penting" baik di Gerindra maupun Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Pasalnya, Ferdinand mengaku tak pernah melihat Poyuono selama rapat Pilpres 2019.

"Kami juga tahu ya, Arief ya gitu-gitu, karena saya tidak pernah melihat Arief di Kertanegara (rumah Prabowo) selama proses pemilu sebagai elite Gerindra yang memperjuangkan Prabowo," jelas Ferdinand. "Jadi saya rasa dia bukan siapa-siapa di sana."

Sebelumnya, Ferdinand sendiri berharap agar Gerindra bertindak tegas terhadap Poyuono. Ia bahkan menyarankan agar Gerinda memecat Poyuono yang menurutnya tidak memiliki etika baik dalam menjalin komunikasi antar partai.

Di sisi lain, pernyataan kontroversial Poyuono sebelumnya sempat mendapat kecaman keras dari Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon. Ia meminta agar Gerindra menegur Poyuono untuk segera meminta maaf.

"Kami meminta kepada Gerindra untuk segera menegur Poyuono dan meminta maaf," kata Jansen melalui keterangan tertulis, Jumat (10/5). "Kok malah menuduh kami. Silakan saja tanya publik. Suka tidak dengan tipe orang seperti Arief Poyuono ini. Malah setiap dia muncul yang saya tahu suara Prabowo turun."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait