Sebelumnya, Partai Demokrat menyebut bahwa Arief Poyuono bukanlah sosok yang penting di Partai Gerindra sehingga mereka enggan menanggapi pernyataan Poyuono.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 13 Mei 2019 - 14:49 WIB
WowKeren - Partai Gerindra telah menyampaikan permintaan maafnya kepada Partai Demokrat perihal pernyataan Arief Poyuono yang dianggap kurang baik. Waketum Gerindra tersebut mempersilakan Demokrat mundur dari koalisi Adil Makmur.
Demokrat pun menerima permintaan maaf tersebut dan menyebut bahwa Poyuono sejatinya bukan orang penting di Gerindra. Hal itu disampaikan oleh Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean. Sontak saja pernyataan Ferdinand tersebut memunculkan reaksi keras dari Poyuono.
Membantah dirinya bukan orang penting, Poyuono menegaskan bahwa kader Demokrat tidak tahu-menahu soal kedudukannya di Gerindra. Lebih jauh, ia bahkan telah mencoret nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Cawapres Prabowo Subianto.
"Tahu apa kader Demokrat tentang saya di Gerindra," ujar Poyuono dilansir dari Detik, Senin (13/5). "Wong AHY saja bisa saya check out dari Cawapres-nya Prabowo kok."
Poyuono pun kembali menyerang Demokrat dengan mengungkit nasib partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut. "Untung aja Demokrat nggak jadi gelandangan di Pilpres 2019 alias diterima untuk mengusung Capres-Cawapres. Kalau nggak, jadi gelandangan kayak Aswatama di Bharatayudha pada tahun 2024 alias nggak boleh ikut Pemilu," tegas politikus Gerindra ini.
Demokrat menganggap Poyuono bukan orang yang penting di Gerinda sehingga mereka enggan menanggapi pernyataan Poyuono yang meminta mereka hengkang dari koalisi pendukung Prabowo-Sandiaga Uno. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kedudukannya di Gerindra sama sekali bukan menjadi urusan Demokrat.
"Lah memang saya bukan orang penting di Gerindra. Memang kenapa kalau bukan orang penting?" tanya Poyuono. "Masalah bagi Demokrat? Saya cuma punya kepentingan Prabowo-Sandi menang aja."
Terkait tudingan Demokrat yang menyebutnya jarang terlihat di rumah pemenangan Prabowo-Sandiaga di Kertanegara, ia menegaskan bahwa dirinya sibuk bekerja. "Jarang dong. Ngapain di Kertanegara terus. Kerja, kerja memenangkan Gerindra dan Prabowo-Sandi," lanjut Poyuono.
Lebih jauh, Poyuono kembali mempersilakan Demokrat untuk mundur dari koalisi Adil Makmur. "Makanya monggo Demokrat keluar dari Koalisi Adil Makmur segera," tuturnya.
(wk/zodi)