BPN Heran 2 Elite Demokrat Enggan Dukung Prabowo: Kita Nggak Tahu Siapa Sebenarnya Pem-Bully Bu Ani
Nasional

Anggota Direktorat Hukum dan Advokasi BPN Habiburokhman mengatakan bahwa pihaknya masih belum mengetahui jelas siapa pem-bully Ani Yudhoyono, bisa jadi pelakunya adalah seorang penyusup.

WowKeren - Dua elite Partai Demokrat, Kadiv Hukum dan Advokasi PD Ferdinand Hutahaean dan Ketua DPP PD Jansen Sitindaon, dikabarkan tak mau lagi mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hal itu disebut-sebut berkaitan dengan adanya buzzer Paslon 02 yang telah melakukan bullying kepada istri Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) ikut angkat bicara merespons hal ini. Anggota Direktorat Hukum dan Advokasi BPN Habiburokhman heran dengan aksi kedua elite politisi tersebut. Sebab, pihak BPN saja hingga kini belum tahu siapa yang melakukan bullying tersebut.


"Aneh saja kalau hal itu jadi alasan," kata Habiburokhman pada Senin (20/5). "Kita kan nggak tahu siapa sebenarnya pem-bully tersebut, bisa jadi penyusup."

Sebab menurut Habiburokhman, baik Prabowo maupun Sandiaga beserta jajaran BPN sangat menghormati SBY dan juga sang istri. Oleh sebab itu, ia berharap agar PD mau melihat sikap Prabowo dan Sandiaga. Ia memastikan bahwa hubungan Prabowo dan SBY juga sangat bagus.

"Pak Prabowo, Pak Sandi, segenap komponen BPN menaruh hormat pada Bu Ani dan keluarga Pak SBY," tegas Habiburokhman. "Hubungan mereka sangat bagus."

Meski demikian, Habiburokhman menyatakan bahwa pihak BPN akan tetap menghormati apa yang menjadi pilihan PD. Sebab, mau bergabung atau tidak dalam koalisi, hal itu sepenuhnya merupakan kedaulatan PD.

"Kami hormati sikap politik mereka sejak awal mau dukung atau tidak," tutur politikus Partai Gerindra tersebut. "Dan sekarang mau tarik dukungan atau tidak. Itu murni kedaulatan mereka."

Adanya dua elite partainya yang bersikap demikian, membuat PD mempertimbangkan untuk keluar dari koalisi pendukung Prabowo-Sandiaga. "Situasi ini jelas menjadi bahan pertimbangan kami apakah kami masih pantas terus berada di koalisi Prabowo ini atau segera mundur saja dari koalisi ini," ujar Jansen, Senin (20/5).

Meski demikian, Jansen menyebut bahwa keputusan PD bergantung pada para petinggi partai. Yang jelas, Jansen yang saat ini menjabat sebagai juru bicara menegaskan mundur dari BPN.

You can share this post!

Related Posts
Loading...