Anies Baswedan Tanggapi Santai Petisi Viral Yang Ingin Dirinya Mundur: Prinsip Saya Tetap Sama
Nasional

Dalam petisi online tersebut, Anies Baswedan dianggap telah membawa Jakarta pada kondisi yang kian terpuruk, mulai dari persoalan banjir hingga pembengkakan APBD.

WowKeren - Sosok pemimpin memang tak luput dari yang namanya kritik. Begitu pula dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Belum lama ini kembali mencuat petisi online yang meminta agar Anies mundur dari jabatannya.

Dalam petisi tersebut, disebutkan bahwa Anies telah membawa kondisi Jakarta kian terpuruk. Beberapa di antaranya mulai dari persoalan banjir yang tak kunjung selesai, pembengkakan APBD, dibukanya diskotik yang dulu pernah ditutup, dan masih banyak lagi.

"Kegagalan demi kegagalan disertai kejanggalan telah membuat DKI Jakarta sebagai ibukota negara Republik Indonesia semakin terpuruk di bawah kepemimpinan Saudara Anies Baswedan," tulis petisi tersebut dilansir dari laman change.org pada Selasa (28/5). "Mulai membengkaknya APBD DKI Jakarta 2018, gaji TGUPP yang tembus 70-an orang dengan biaya gaji puluhan juta rupiah per kepala per orang, banjir muncul kembali, diskotik yang ditutup buka kembali."


Anies pun santai menanggapi petisi ini. Menurutnya, adalah hal wajar bagi seorang pejabat publik untuk menerima kritik dari masyarakat. Ia menyadari bahwa setiap warga negara berhak untuk menyampaikan aspirasinya sehingga pejabat harus terima dengan semua itu. Oleh sebab itu, menjadi seorang pejabat publik tak bisa hanya mengharap pujian namun juga harus siap dengan cacian.

"Kalau di wilayah publik tidak minta dipuji saja, harus siap dicaci maki, diminta turun diminta naik," kata Anies pada Senin (27/5). "Karena itu, prinsip saya sama, dicaci tidak tumbang, dipuji tidak terbang."

Ia tidak ambil pusing dengan setiap kritik yang ditujukan kepadanya. Sebaliknya, ia bersikap biasa saja. "Kalau ada yang mengkritik enggak usah ditangkap. Saya enggak pernah nangkep orang yang mengkritik saya, sama sekali, tidak meningkatkan IMB, PBB, enggak lah, biasa saja," tegas Anies.

Adapun tuntutan Anies ini terkait pecahnya aksi 22 Mei di Jakarta pekan lalu yang berbuntut pada kerusuhan. Anies dianggap juga bertanggung jawab terkait aksi tersebut. Tidak menampiknya, Anies mengaku bahwa pihaknya akan mengganti kerusakan yang ada. "Kalau dievaluasi seperti yang kemarin disampaikan. Rp 400-an juta. Pos-pos yang kemarin dirusak akan kita perbaiki," ujar Anies.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait