Penentuan peringkat daya saing tersebut didasarkan pada sejumlah faktor. Tak hanya pengembangan infrastruktur yang kian meningkat namun juga efisiensi birokrasi pemerintahan.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 29 Mei 2019 - 14:40 WIB
WowKeren - IMD World Competitiveness Center, lembaga riset yang berbasis di Swiss, telah merilis peringkat daya saing antar negara di dunia untuk tahun 2019. Berita baiknya, posisi Indonesia naik 11 peringkat.
Dalam daftar tersebut, Indonesia berhasil menduduki peringkat ke-32 setelah sebelumnya berada di posisi 43. Lompatan ini merupakan yang tertinggi kedua setelah Arab Saudi.
Adapun capaian tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya berkat efisiensi dalam sektor pemerintah. Ditambah dengan iklim bisnis yang terkondisikan dan pengembangan infrastruktur yang giat dilakukan, membuat daya saing di Indonesia semakin membaik.
"Indonesia lompat sejauh 11 peringkat ke posisi 32, yang mana merupakan peningkatan terbesar di kawasannya," tulis keterangan dalam laman resmi IMD, Rabu (29/5). "Berkat peningkatan sektor pemerintah dan juga pengembangan infrastruktur serta kondisi bisnis. Asia Tenggara memiliki ciri khas dengan upah tenaga kerja terendah dari 63 negara yang pernah diteliti."
Posisi ini tak jauh beda dari Jepang yang menempati urutan ke-30. Jepang harus turun sebanyak lima peringkat karena beberapa alasan, seperti pertumbuhan ekonomi yang kian melambat serta lingkungan bisnis yang melemah. "Jepang jatuh lima peringkat ke posisi ke-30 karena ekonomi yang lamban, utang pemerintah, dan lingkungan bisnis yang melemah," lanjut kalimat dalam keterangan di laman IMD.
Sementara itu, peringkat tertinggi disabet oleh Singapura yang berada di posisi pertama. Negara ini berhasil naik dari posisi 3 ke pertama mengalahkan Amerika Serikat.
Meski demikian, Indonesia tidak seharusnya cepat puas dengan hasil tersebut. Sebab, masih ada banyak tantangan untuk ke depannya. Misalnya seperti pertumbuhan ekonomi yang cenderung jalan di tempat lantaran lesunya kredit. Selain itu, Indonesia juga perlu meningkatkan kualitas SDM dan juga produktivitas tenaga kerja.
(wk/zodi)