Polri Bentuk Tim Pencari Fakta Aksi 22 Mei, Komnas HAM Tolak Gabung
Nasional

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan bahwa hal itu baru sebatas pembicaraan awal. Dikatakannya, Polri hanya ingin menunjukkan transparansi dalam bekerja.

WowKeren - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM menolak tawaran Polri untuk bergabung dalam tim pencari fakta untuk mengusut kasus kerusuhan 22 Mei. Hal ini dilakukan lantaran lembaga ini ingin mempertahankan independensinya sebagai lembaga kemanusiaan.

"Yang lain adalah sebagai respons juga, kami ditawari untuk jadi anggota tim pencari fakta kepolisian dan ini sudah nyebar di mana-mana," kata Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan Anak Komnas HAM Beka Ulung Hapsara di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (28/5). "Sikap kami menolak untuk bergabung dengan TPF yang dibentuk polisi. Kami ingin mempertahankan independensi kami."

Sementara itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan bahwa hal itu baru sebatas komunikasi awal saja. "Pak Irwasum sudah ke sana (Komnas HAM), tapi ke sananya itu kan belum tahu isi pembicaraannya gimana, baru komunikasi awal," kata Dedi dilansir dari Detik, Rabu (29/8).

Dedi mengatakan bahwa tim yang dinamai Tim Investigasi Bersama ini akan bekerja secara profesional. Ia memastikan bahwa jajarannya akan mencari fakta-fakta dengan cara yang ilmiah.


"Tim Investigasi Bersama tetap melaksanakan pekerjaan secara profesional," lanjut Dedi. "Memastikan semua hasil temuannya adalah hasil temuan yang didapat secara ilmiah."

Dedi menegaskan bahwa pihak kepolisian pada dasarnya ingin menunjukkan transparansi dalam bertugas. Polisi membuka pintu bagi siapa saja yang ingin memberikan informasi asalkan laporan tersebut didukung dengan bukti yang kuat.

"Kami mau koordinasi dengan Komnas HAM, seperti yang lainnya juga," tegas Dedi. "Kami ini bersifat transparan, boleh terima masukan siapa saja sepanjang didukung bukti yang kuat."

Saat ini, upaya investigasi juga sudah mulai berjalan. "Tim ini sudah ada progresnya, hari ini contohnya akan melaksanakan kegiatan audiensi dengan ORI. Begitu juga dengan beberapa lembaga imparsial yang dibutuhkan oleh penyidik. Koordinasi secara profesional," tutur Dedi.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait