Kerusakan yang terjadi pada lampu peringatan kokpit diduga menjadi penyebab dua kecelakaan nahas yang melibatkan armada Lion Air dan Ethiopian Airlines beberapa waktu lalu.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 08 Juni 2019 - 14:46 WIB
WowKeren - Buntut kecelakaan pesawat yang terjadi pada armada Lion Air dan Ethiopian Airlines beberapa waktu lalu, membuat Boeing menjadi bulan-bulanan publik. Pasalnya, dua kecelakaan tersebut melibatkan armada Boeing yang sama, yakni jenis 737 MAX.
Boeing dituding bahwa pihaknya mengetahui adanya kerusakan pada lampu peringatan kokpit di armada jet 737 MAX sejak 2017 lalu. Namun, perusahaan ini justru memilih untuk menunda perbaikan tersebut hingga 2020 mendatang. Hal itu seperti yang dikemukakan oleh anggota Kongres AS Peter DeFazio dan Rick Larsen dalam siaran persnya.
Lampu peringatan tersebut berperan penting untuk memberitahukan pilot jika dua sensor yang mengukur sudut antara aliran udara dan sensor di sayap tidak berjalan sebagaimana mestinya. Adanya kesalahan pada pelacakan angle of attack (AOA) inilah yang diduga menjadi penyebab kecelakaan nahas yang terjadi di Indonesia dan Ethiopia.
Dua kecelakaan tersebut menewaskan sedikitnya 346 orang dan memicu penyelidikan oleh regulator penerbangan dan anggota parlemen AS. Sayangnya, Boeing memutuskan untuk menunda perbaikan atau pembaruan software hingga 2020 mendatang. Peter menyebut bahwa Boeing hanya mempercepat jadwal perbaikan software setelah kecelakaan terjadi.
Tentu saja, tudingan ini ditepis oleh pihak Boeing. Juru bicara Boeing Gordon Johndroe menegaskan bahwa tidak adanya peringatan ketidakselarasan AOA seharusnya tidak memberikan dampak yang begitu fatal terhadap keselamatan pesawat.
Dikatakannya, pihak Boeing memang sejak awal berencana untuk memperbarui lampu peringatan kokpit bersamaan dengan masuknya MAX 10 ke layanan pada 2020. Pihaknya akan segera memperbaiki masalah Ketidaksepakatan AOA tersebut untuk menghindari kecelakaan serupa agar tidak terjadi lagi.
"Kami gagal dalam penerapan peringatan Ketidaksepakatan AOA," kata Gordon dilansir dari Weau News, Sabtu (8/6). "Dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi agar masalah ini sehingga tidak terjadi lagi."
Sebelumnya, Boeing mengakui jika para teknisinya sudah mengetahui bahwa sistem peringatan pilot pada pesawat jenis 737 MAX bermasalah setahun sebelum tragedi Lion Ai JT 610. Sayangnya, persoalan ini tidak diketahui oleh para pemimpin senior dan Otoritas Penerbangan Federal (FAA).
(wk/zodi)