Polusi udara yang terjadi di Jakarta menjadi persoalan yang cukup serius. Adapun polusi ini disebabkan dari berbagai sumber bahkan ada yang dari luar Jakarta.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 19 Juni 2019 - 11:14 WIB
WowKeren - Sebagai kota metropolitan di Indonesia dengan penduduk yang sangat padat, tak heran jika polusi udara menjadi masalah yang cukup serius di Jakarta. Puluhan orang yang tergabung dalam Gerakan Inisiatif Bersihkan Udara Koalisi Semesta (Ibu Kota) akan mengajukan gugatan (Citizen Law Suit/CLS) kepada institusi pemerintah.
Pengacara publik LBH Jakarta Ayu Eza Tiara mengatakan bahwa saat ini ada sekitar 40 orang yang akan menyampaikan gugatan terkait pemenuhan hak untuk menikmati udara bersih. Adapun persiapan yang dilakukan juga hampir selesai.
"Persiapannya bisa dikatakan sudah 90 persen," kata Ayu di Jakarta, Selasa (18/6). "Karena ini melibatkan banyak orang, sekitar 40-50 calon penggugat."
Gugatan tersebut akan disampaikan kepada tujuh pihak, yakni Presiden, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Jawa Barat, dan Gubernur Banten. Adapun gugatan tersebut melibatkan berbagai lintas profesi seperti pengusaha hingga pengacara.
Ayu menuturkan bahwa mereka semua sudah melakukan persiapan hingga tahap administrasi. Ia juga mengadakan pertemuan secara rutin dengan para calon penggugat sehingga keterlibatan warga nantinya tidak hanya sekedar formalitas. "Mereka nantinya bisa memberikan informasi yang lebih masif. Masyarakat menjadi berdaya, menjadi pintar, dan mencerdaskan," imbuh Ayu.
Saat pos pengaduan dibuka, Ayu tak serta merta menerima siapa saja calon penggugat namun melakukan seleksi terlebih dahulu. Para calon penggugat harus benar-benar memiliki kesadaran lingkungan tinggi hingga bersedia untuk melayangkan gugatan.
"Dari pembukaan pos pengaduan gugatan yang kami buka, ada 40 orang (calon penggugat)," jelas Ayu. "Kami seleksi lagi, yakinkan, apakah bersedia atau tidak? Jadi 37 orang. Kami seleksi lagi, jadi 28 orang."
Sementara itu, Juru Kampanye Energi Greenpeace Indonesia Bondan Andriyanu membenarkan jika kualitas udara di Ibu Kota kian memburuk. "Selain transportasi, ada sumber-sumber lain potensi polusi udara. Misalnya, pembakaran sampah yang tertangkap citra satelit. Memang sudah bukan di wilayah Jakarta, tetapi asapnya bisa kemana-mana," kata Bondan dilansir dari Antara, Rabu (19/6).
(wk/zodi)