Polisi Siap Gelar Razia Jelang Rencana Aksi PA 212 di MK
Nasional
Sidang Sengketa Pilpres 2019

PA 212 'membungkus' rencana aksi tersebut dengan agenda halalbihalal serta beribadah di seluruh ruas jalan di sekitar Gedung MK, mulai Senin (24/6) hingga Jumat (28/6).

WowKeren - Sidang putusan sengketa hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 rencananya digelar pada Jumat (28/6). Kendati sudah diimbau untuk tidak melaksanakan aksi, sejumlah pihak disebut telah siap menggelar aksi.

Salah satu yang sudah beredar kabarnya adalah aksi oleh Persaudaraan Alumni (212) dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF). Menariknya, koordinator acara menyebut aksi massa tersebut sekaligus untuk halalbihalal anggotanya.


Menanggapi hal tersebut, polisi segera melarang penyelenggaraan aksi apapun di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono menyebut aksi yang dilakukan di jalan protokol dilarang oleh undang-undang. Untuk diketahui, Gedung MK berada di Jalan Medan Merdeka Barat yang merupakan jalan protokol dan tidak jauh dari Istana Merdeka.

"Bahwa aksi di jalan protokol depan MK oleh pihak mana pun dilarang," jelas Argo dalam keterangan tertulisnya, Minggu (23/6). "Karena melanggar UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Penyampaian di Muka Umum, (serta) pasal 6 yang bisa mengganggu ketertiban umum dan hak orang lain."

Untuk mencegah rencana aksi tersebut terlaksana, kepolisian mengaku bakal menggelar razia. Razia diadakan demi mencegah gelombang massa dari luar DKI Jakarta. Rencana ini pun dikonfirmasi kebenarannya oleh Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusuf.

"Nanti kita akan melaksanakan kegiatan razia gabungan ya," kata Yusuf, Minggu (23/6). "Bukan hanya lantas saja, tetapi akan ada beberapa fungsi lain, termasuk instansi yang lain."

Razia tersebut dikhususkan untuk menyaring massa dari luar daerah yang masuk ke Jakarta. Nantinya, jelas Yusuf, massa yang tidak jelas tujuan kedatangannya ke Jakarta akan diminta kembali ke daerah masing-masing.

"Jadi nanti dari mereka itu ke Jakarta tujuannya apa," jelasnya. "Kalau memang tujuannya enggak jelas, kita suruh kembali mereka."

Sebelumnya beredar sebuah poster dengan tajuk Halal Bi Halal Akbar 212. Dalam poster itu ditulis bahwa aksi yang akan digelar merupakan aksi super damai mulai Senin (24/6) hingga Jumat (28/6). Aksi ini rencananya digelar di seluruh ruas jalan di sekitar MK.

Kepolisian pun merespons beredarnya poster tersebut. Selain melarang aksi digelar, polisi juga mengimbau supaya halalbihalal dilakukan di tempat yang lebih layak.

You can share this post!

Related Posts
Loading...