Transportasi DKI Jakarta Masuk 3 Besar Dunia, Pengamat: Hasil Kerja di Masa Lalu
Instagram/pt_transjakarta
Nasional

Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, menjelaskan bahwa ada banyak pihak yang turut terlibat dalam pengembangan transportasi Ibu Kota hingga akhirnya dinobatkan sebagai 3 besar dunia.

WowKeren - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, telah membagikan kabar bahwa Ibu Kota menjadi finalis3 besar di Sustainable Transport Award 2020 yang digelar di Fortaleza, Brazil. Ajang penghargaan tersebut menempatkan Jakarta sebagai satu dari 3 kota terbaik dunia dalam perbaikan sistem transportasi dan mobilitas kota.

Pencapaian tersebut lantas ditanggapi oleh pengamat transportasi, Djoko Setijowarno. Menurut Djoko, posisi tersebut berhasil diraih berkat hasil kerja di masa lalu. "Tingkat pencapaian ini hasil kerja di masa lalu oleh beberapa pihak dan instansi," tutur Djoko dilansir CNN Indonesia pada Sabtu (29/6).

Djoko menjelaskan bahwa ada banyak pihak yang turut terlibat dalam pengembangan transportasi Ibu Kota, salah satunya adalah Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Lembaga tersebut membentuk Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ) yang akan dieksekusi oleh pemerintah.

Selain itu, Djoko juga mengakui ada sejumlah peningkatan di moda transportasi Jakarta secara teknis. Contohnya adalah TransJakarta. Pada 2012 baru ada 6 koridor TransJakarta, pada 2014 meningkat menjadi 39 koridor, hingga pada 2017 ada sekitar 80 koridor termasuk rute rintisan seperti Jak Lingko.


"Selain itu pengguna KRL juga meningkat pesat sejak tahun 2013. Layanan hingga Rangkas Bitung dan Cikarang, artinya Direktorat Jendral Kereta Api juga banyak berbuat di sini," ungkap Djoko. "Ditambah lagi TransJakarta Jabodetabek membuat masyarakat beralih ke transportasi umum."

Djoko pun menyimpulkan bahwa secara umum perubahan ini mulai bergerak cepat sejak tahun 2012. Oleh sebab itu, ia mengatakan ada andil dari pemerintahan yang mengeksekusi revitalisasi transportasi secara tetap.

Diketahui, pada periode 2012-2014, Jakarta berada di bawah kepemimpinan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sedangkan pada 2014-2017, Jakarta dipimpin oleh Ahok-Djarot Saiful Hidayat.

Di sisi lain, warganet telah mengucapkan rasa terima kasih mereka kepada Jokowi dan Ahok terkait prestasi Jakarta ini. Pasalnya, mereka menilai bahwa kondisi sistem transportasi Ibu Kota dapat menjadi seperti sekarang berkat warisan Jokowi dan Ahok. Banyak pula warganet yang menilai MRT Jakarta merupakan hasil kerja keras Jokowi dan Ahok.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait