Jembatan ini nantinya akan membentang megah menghubungkan daerah Wonokromo dan Joyoboyo. Pemkot Surabaya merencanakan jembatan ini sudah bisa beroperasi pada 2020 mendatang.
- Wahyu
- Sabtu, 29 Juni 2019 - 10:00 WIB
WowKeren - Surabaya terus berbenah. Salah satu proyek terbaru yang tengah digarap adalah pembangunan Jembatan Joyoboyo di Jalan Wonokromo, Surabaya. Namun pembangunan proyek ini menemui sejumlah hambatan, seperti keberadaan kios-kios penjual seragam dan aksesoris TNI-Polri di sekitar lokasi proyek.
Namun proyek ini barangkali justru menjadi ladang rezeki tambahan bagi para penjual seragam tersebut. Pasalnya Pemerintah Kota Surabaya berencana membeli kios-kios tersebut demi memuluskan rencana pembangunan jembatan.
Dilansir dari laman Tribun Jatim edisi Kamis (27/6), disebutkan Pemkot Surabaya membutuhkan 26 persil untuk merealisasikan pembangunan jembatan pembelah anak Sungai Brantas tersebut. Hingga saat ini belum semua bisa dibebaskan, termasuk sebelas pedagang di deretan kios pinggir Jalan Wonokromo tersebut.
Alhasil beberapa hari sebelumnya seluruh pemilik kios dipertemukan dengan Pemkot. Selain mereka turut hadir pula pihak kecamatan dan kelurahan. Dalam kesempatan itulah pemilik kios mendapat sosialisasi rencana pembebasan lahan demi membangun Jembatan Joyoboyo.
Menanggapi situasi tersebut, para pemilik kios mengaku sebenarnya tidak keberatan. Namun mereka berharap mendapat ganti rugi yang sepadan.
"Pada dasarnya saya manut (menurut) demi kepentingan umum," kata Munir, salah satu pedagang seragam di Jalan Wonokromo, Kamis (27/6). "Tapi mbok ya ganti rugi kami juga sepadan dan adil."
Dalam sosialisasi yang diadakan sebelumnya, Munir mengaku belum menerima detail informasi mengenai harga ganti rugi. Namun ia dan pemilik kios lainnya berharap lahan mereka dihargai Rp 15 juta per meter.
"Belum ada pembicaraan detail mengenai harga ganti rugi," kata Munir yang sudah menempati kios tersebut sejak 1979. "Namun sebelah kami di Wonokromo karena pembangunan Frontage Road, lahan mereka dihargai Rp 15 juta per meter. Kami setidaknya sama."
Meski terkesan "ganti untung", para pedagang ini menilai harga yang diminta tidak berlebihan. Sebab, menurut mereka, mencari tempat pengganti kios ini tidak mudah.
Sementara itu Jembatan Joyoboyo ini nantinya akan membentang megah dan menghubungkan Frontage Wonokromo dengan Joyoboyo. Panjang jembatan 75 meter dengan lebar 17 meter. Sebelum Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berakhir masa jabatannya pada 2020 mendatang, jembatan ini harus sudah dioperasikan.
(wk/wahy)