Sebelumnya Densus 88 juga berhasil menangkap empat teroris lainnya di beberapa kota di Jawa Barat seperti Bekasi dan Bogor. Kelima orang ini adalah anggota dari ormas terlarang Jamaah Islamiyah (JI).
- Wahyu
- Senin, 01 Juli 2019 - 16:10 WIB
WowKeren - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror kembali berhasil mengamankan sel-sel terorisme di Indonesia. Termutakhir, Densus 88 mengungkap praktik organisasi terlarang Jamaah Islamiyah (JI) terkait dengan berita tertangkapnya terduga teroris di Ponorogo, Jawa Timur.
Sebelumnya Densus 88 telah menangkap sejumlah terduga teroris lainnya di beberapa kota seperti Bekasi dan Bogor. Mereka yang ditangkap totalnya lima orang, dengan satu pemimpin atau amir bernama Para Wijayanto (54), istrinya Masitha Yasmin (47), dan tiga orang kepercayaannya.
"Dari Densus 88 bersama Satgas Antiteror Polda Jawa Barat dan beberapa wilayah melakukan penegakan hukum terhadap organisasi terorisme," jelas Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (1/7). "Yang secara legalitas (resmi) di 2007, berdasarkan Keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, sudah dinyatakan sebagai organisasi yang terlarang."
"JI setelah tahun 2007 (setelah dilarang) melakukan metamorfosa," imbuh Dedi, dikutip dari Detik News. "Yang ditangkap kali ini adalah pimpinan JI setelah dia melakukan metamorfosa, atau dia bisa dikatakan sebagai amir dari JI."
Lebih lanjut dijelaskan Dedi, tersangka Para Wijayanto merupakan salah satu orang kepercayaan di JI kala itu. Ia disebut memiliki kemampuan intelijen.
Untuk diketahui, JI merupakan organisasi terorisme di Indonesia yang berafiliasi dengan Al-Qaeda. Al-Qaeda sendiri merupakan organisasi teroris internasional yang pernah dipimpin oleh Osama bin Laden. Aksi teror Al-Qaeda yang paling dikenal adalah aksi 9/11 di World Trade Center (WTC), Amerika Serikat.
Para Wijayanto bersama istri pun akhirnya ditangkap di Jati Sampurna, Bekasi, Jawa Barat pada Sabtu (29/6) pukul 06.12 WIB. Menyusul tak lama kemudian polisi berhasil meringkus Bambang Suyoso Edi Salam alias Sadam alias Edi (49) di Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kemudian Abdurrahman (23) ditangkap di Babelan, Bekasi, Jawa Barat pada keesokan harinya, Minggu (30/6). Sementara terduga teroris terakhir Budi Trikaryanto alias Haidar alias Denis alias Gani (42) ditangkap pada hari yang sama di Sampung Ponorogo, Jawa Timur.
"Peran BS ini penghubung antara amir dengan orang yang berhasil direkrut," kata Dedi. "Dia juga merangkap sebagai driver amir, salah satu kepercayaan amir."
"(Tersangka) A perannya sehari-hari membantu menggerakkan organisasi JI di Indonesia," imbuhnya. "Tersangka BT alias Haidar alias Denis alias Gani sebagai penasihat dan asisten dari PW, orang kepercayaannya juga untuk mengendalikan JI di Jawa Timur."
(wk/wahy)