Ia juga meminta rekonsiliasi antara kedua Capres segera terjadi demi meredam tensi politik saat ini, tak peduli apakah nanti keduanya akan berkoalisi atau tetap menjadi oposisi.
- Wahyu
- Selasa, 02 Juli 2019 - 10:36 WIB
WowKeren - Wacana rekonsiliasi antara kedua Pasangan Calon (Paslon) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 masih terus digaungkan. Meski kenyataannya hampir tak ada kemajuan berarti soal rekonsiliasi ini.
Menanggapi hal tersebut, pengamat politik Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menyebut sebaiknya Presiden Joko Widodo yang datang menemui Prabowo Subianto terlebiuh dahulu. "Menurut saya, supaya pertemuan Jokowi dengan Prabowo bisa terlaksana dan berjalan sukses, maka Jokowi yang mesti menemui Prabowo," kata Pangi, Senin (1/7).
Pangi menjelaskan tidak ada ketentuan pihak mana yang harus terlebih dahulu bergerak dalam proses rekonsiliasi ini. Proses ini, ujar Pangi, sebenarnya hanya untuk menguji jiwa satria dan kenegarawanan masing-masing pihak.
Oleh karena itu, Pangi menyebut akan lebih menguntungkan bagi Jokowi apabila presiden terpilih periode 2019-2024 itu bersedia menemui Prabowo. Selain itu inisiatif Jokowi juga tidak akan mengurangi dan merendahkan harga dirinya.
"Secara tidak langsung baik bagi citra Jokowi, mau datang sehingga terkesan menjadi sosok presiden yang rendah hati," ujar Pangi, dilansir dari Tempo, Selasa (2/7). "Justru di situ Jokowi dapat poinnya."
Sebaliknya, bila Jokowi bersikeras menunggu Prabowo mendatangi terlebih dahulu, rekonsiliasi ini bisa tidak terlaksana. Pasalnya, menurut Pangi, sulit bagi Prabowo berinisiatif karena menimbang posisi dan nuansa kebatinannya sebagai pihak yang kalah dalam bertarung. Sebab bila Prabowo mendatangi Jokowi akan terkesan meminta jabatan.
Pangi pun meminta rekonsiliasi ini segera terjadi demi meredam tensi politik di tengah masyarakat Indonesia. Rekonsiliasi ini, jelas Pangi, tak berkaitan dengan posisi koalisi atau oposisi yang akan diemban Prabowo dan Gerindra ke depannya.
"Yang penting bertemu dulu dua tokoh bangsa ini," pungkasnya. "Soal oposisi dan koalisi itu soal lain."
Sementara itu pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno memiliki pandangan yang berbeda soal rekonsiliasi ini. Ia menyebut rekonsiliasi sulit terjadi sebab Prabowo ingin menghormati massa pendukungnya.
"Prabowo ingin menghormati pendukungnya yang sejauh ini masih menganggap Pemilu 2019 curang," kata Adi, dilansir Kompas pada Senin (1/7). "Jadi, kalau tiba-tiba Prabowo bertemu Jokowi dan memberikan ucapan selamat, pendukungnya akan menganggap hal itu tidak wajar."
Dugaan pengamat ini sejalan dengan kondisi pendukung Prabowo. Sebab tagar #PrabowoJangantemuiJokowi justru memuncaki trending topic Indonesia di Twitter pada Selasa (2/7) pagi.
(wk/wahy)