PSI Minta Pemilihan Wagub DKI Transparan: Biar Warga Tak Pilih Kucing Dalam Karung
Nasional

PSI berharap agar warga DKI Jakarta ketika memilih calon Wagub nantinya tidak seperti membeli kucing dalam karung karena minimnya informasi yang didapatkan.

WowKeren - Masalah terkait proses pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta masih belum usai. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ikut memberikan komentar terkait hal ini. PSI menuntut baik DPRD DKI, PKS, maupun Gerindra bisa transparan dalam menggelar proses tersebut.

Wakil Ketua DPW PSI Jakarta, Rian Ernest menilai bahwa saat ini masyarakat masih belum cukup menerima informasi mengenai kandidat Wagub DKI Jakarta. Menurutnya, warga DKI hanya mengetahui informasi sebatas nama kandidat. Sebaliknya, informasi tersebut justru lebih banyak diketahui oleh para elite politik yang berkepentingan.

"Kalau sekarang kan tidak, total semua di tangan politik," kata Rian di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Kamis (4/7). "Saya yakin juga banyak warga DKI Jakarta enggak tahu nama kandidatnya siapa saja sebelum yang saya sebut tadi."

Minimnya informasi yang diterima oleh masyarakat dinilai bisa merugikan publik. Untuk itu, ia meminta agar partai pengusung masing-masing kandidat bisa memberikan informasi yang memadai mengenai calon yang mereka ajukan sehingga masyarakat lebih mengenal calon pemimpinnya.


Sebab, posisi wakil gubernur Ibu Kota bukan posisi yang bisa dianggap enteng. Calon pemimpin ini nantinya akan bertanggung jawab pada nasib 10 juta warga DKI Jakarta.

"Supaya warga juga tidak memilih kucing di dalam karung," tutur Rian. "Karena ini bicara nasib 10 juta warga DKI Jakarta, dan ini posisi wakil gubernur dari ibu kota negara. Jadi bukan posisi yang main-main."

Sementara itu, Ketua DPW PSI Jakarta Michael Victor Sianipar justru membandingkan pemilihan Wagub dengan kepala dinas. Menurutnya, proses pemilihan kepala dinas bisa dilakukan secara lebih terbuka. Apa lagi wakil gubernur ini nantinya berpeluang menggantikan gubernur dalam menjalankan tugasnya.

"Kalau memilih kepala dinas saja sudah ada tahapannya, kami harapkan dalam pemilihan DKI 2 ini juga harus ada prosesnya," kata Michael. "Apalagi kita bicara pemimpin DKI Jakarta, yang mungkin saja jika terjadi sesuatu pada gubernur, dia akan menjadi gubernur."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait