Ia menilai masih banyak hal yang patut dipikirkan Jokowi karena lebih urgent, seperti misalnya mengurusi kepulangan para TKI yang bermasalah di luar negeri.
- Wahyu
- Senin, 08 Juli 2019 - 12:03 WIB
WowKeren - Cuitan mantan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak soal rekonsiliasi menuai perhatian masyarakat. Pasalnya Dahnil menyebut pemerintah lebih baik berupaya memulangkan Habib Rizieq Syihab daripada mengurusi rekonsiliasi antara Prabowo dan Joko Widodo.
Reaksi pro dan kontra langsung mengiringi cuitan ini. Salah satu yang kontra adalah pengamat politik Karyono Wibowo. Ia menilai Jokowi tak punya kewajiban apa-apa untuk memulangkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) yang sudah berada di Arab Saudi selama sekitar dua tahun itu.
Sejauh ini, ujar Karyono, Jokowi tak memiliki konflik personal dengan Rizieq. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga tak pernah terekam menyindir Rizieq secara personal. Oleh karena itu, menurutnya, urusan kepulangan Rizieq tak ada kaitannya dan tak seharusnya dipikirkan oleh Jokowi.
"Menurut saya Pak Jokowi tidak punya kepentingan memulangkan atau tidak Habib Rizieq," katanya, Senin (8/7). "Artinya ini kembali ke individu Habib Rizieq, apakah dia mau memutuskan pulang atau tidak. Sebab Pak Jokowi tidak mengumbar konflik personal."
Lebih lanjut, menurutnya masih ada banyak hal yang lebih penting untuk diurus Jokowi ketimbang kepulangan Rizieq. Seperti misalnya urusan pemulangan para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bermasalah di luar negeri.
"Menurut saya tidak perlu Jokowi memulangkan Habib Rizieq. Sebab tidak ada urgensinya," ungkapnya, dilansir dari laman JPNN. "Secara personal kan tidak ada masalah. Lebih baik memulangkan TKI yang bermasalah di sana."
Sebelumnya Dahnil menyebut rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo tak harus terlaksana. Sebab, menurutnya, ketimbang rekonsiliasi sebaiknya pemerintah membantu memulangkan Habib Rizieq yang sudah dua tahun berada di Arab Saudi.
"Ini pandangan pribadi saya, bila narasi rekonsiliasi politik mau digunakan, agaknya yg paling tepat beri kesempatan kpd HABIB RIZIQ kembali ke Indonesia," cuit Dahnil. "Stop upaya kriminalisasi, semuanya saling memaafkan. Kita bangun toleransi yg otentik, stop narasi2 stigmatisasi radikalis dll."
Cuitan ini pun menuai pro dan kontra. Ada yang menyetujui, namun tak sedikit pula yang menilai Dahnil sudah kehabisan ide sampai nekat menggiring opini publik dengan isu-isu agama.
(wk/wahy)