Penjelasan BMKG Soal Fenomena Hujan Es di Aceh Tengah
Nasional

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menuturkan bahwa fenomena hujan es memang sangat jarang namun tidak menutup kemungkinan terjadi, terutama di dataran tinggi.

WowKeren - Berbagai fenomena alam yang tak biasa akhir-akhir ini kerap terjadi di Indonesia akibat cuaca yang tak menentu. Setelah dibuat takjub dengan fenomena salju di beberapa dataran tinggi di Indonesia, kini ada hujan es yang turun di Aceh.

Seperti diketahui, hujan es berukuran sebesar gundu telah melanda sebagian wilayah di dataran tinggi di Aceh. Fenomena hujan es terjadi di Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, Nanggroe Aceh Darussalam. Kondisi ini tentu saja bertolak belakang dengan keadaan cuaca saat ini, dimana sebagian wilayah di Indonesia sedang mengalami musim kemarau.

Terkait hal ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh memberikan penjelasan. BMKG menyebut bahwa fenomena hujan es bisa terjadi di suatu tempat meskipun dalam kondisi musim kemarau sekalipun.

"Ada dua kejadian kemarin saling bertolak belakang," kata Kepada Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Aceh, Zakaria Ahmad dilansir dari Antara, Selasa (9/7). "Seperti di Aceh Tengah ada hujan es dan di tempat lain timbulnya titik panas."


Zakaria menuturkan bahwa fenomena semacam ini memang jarang terjadi, namun bukan tidak mungkin. Apalagi mengingat Aceh Tengah merupakan wilayah dataran tinggi. Fenomena hujan es, dikatakannya, sangat lazim terjadi di wilayah dataran tinggi.

Namun, biasanya tidak berlangsung dalam waktu yang lama. "Hujan es biasanya terjadi di satu daerah yang bersifat lokal dan dengan durasi singkat, yakni berkisar antara 7 - 12 menit saja," lanjut Zakaria.

Zakaria menjelaskan bahwa fenomena ini mirip dengan angin kencang puting beliung akibat awan Cumulonimbus (Cb). Untuk bisa menghasilkan hujan es, harus ada dasar awan Cb yang sangat rendah di lapisan atmosfer dengan permukaan tanah, dan lapisan paling bawah awan ini memiliki suhu udara sangat dingin.

"Kristal-kristal es ini yang mulai jatuh sebagai hujan, karena dorongan angin kencang dari lapisan awan Cb," terang Zakaria. "Kristal itu tidak sempat mencair akibat di lapisan bawah permukaan awan Cb juga dingin, sehingga butir-butir es tersebut jatuh ke permukaan tanah."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait