Pemilihan ini, ujar Staf Ahli KSP Ngabalin, akan berjalan alami tanpa intervensi siapapun dari luar partai. Ketum terpilih akan ditentukan dalam Munas pada Desember 2019 mendatang.
- Wahyu
- Selasa, 09 Juli 2019 - 10:40 WIB
WowKeren - Nama Presiden Joko Widodo ikut terseret dalam rencana pemilihan Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) dalam Musyawarah Nasional (Munas) Desember 2019 mendatang. Tentu saja bukan sebagai calon ketua umum mengingat Jokowi merupakan kader PDI Perjuangan, namun karena ketua umum terpilih berikutnya harus mendapat restu dari Jokowi terlebih dahulu.
Isu ini pun langsung ditepis oleh pihak Istana Negara. Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyebut Jokowi tak akan ikut campur dan memengaruhi proses pemilihan Ketum Golkar tersebut. Jokowi juga tak dalam posisi memberi restu kepada sosok yang maju dalam perebutan kursi Golkar 1.
"Ini berjalan saja, berjalan alami," kata Ngabalin, Selasa (9/7). "Jadi enggak ada lah itu menunggu restu dari presiden, saya pastikan tidak."
Ngabalin memastikan isu tersebut hanyalah kabar burung. Ia pun meminta semua pihak tak mengaitkan pemilihan pengganti Airlangga Hartanto itu dengan Jokowi.
Lebih lanjut Ngabalin menuturkan partai yang menaungi karir politiknya itu merupakan partai terbuka. Sehingga ia memastikan tak ada satu pun pihak atau kekuatan yang bisa mendominasi pergerakannya dalam dunia politik Tanah Air. "Karena itu kaitannya dengan posisi Golkar, baik Munas maupun atur-mengatur sama sekali tidak ada urusannya dengan Presiden Joko Widodo," jelasnya, dilansir oleh CNN Indonesia.
Sebelumnya nama Jokowi terseret dalam pusaran pemilihan Ketum partai berlambang pohon beringin karena pernyataan Ketua DPP Golkar Andi Sinulingga. Andi menyebut faktor restu dari Jokowi akan sangat menentukan bagi kandidat yang akan menduduki posisi Ketum dalam Munas selanjutnya.
"Karena kalau kita lihat restu Pak Jokowi," kata Andi dalam sebuah diskusi di kawasan Kuningan, Jakarta, Minggu (7/7). "Siapa yang direstui Pak Jokowi saya kira itu yang akan memimpin Partai Golkar nanti."
Sementara itu diketahui ada dua nama yang digadang-gadang akan bertarung memperebutkan kursi Golkar 1. Mereka adalah Ketum petahana Airlangga Hartanto dan Ketua DPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet.
(wk/wahy)