Warisan Turun-Temurun Ratusan Tahun, Naskah Kuno Ulama Indonesia Terancam Hilang Diperjualbelikan
Nasional

Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) pernah melihat bahwa naskah kuno ada yang dijual secara bebas di situs jual beli online. Tak tanggung-tanggung, harganya mencapai Rp 1 miliar.

WowKeren - Peninggalan sejarah merupakan salah satu pintu untuk membuka tabir rahasia masa lalu yang telah lekang oleh waktu. Melalui benda-benda peninggalan sejarah, manusia bisa mempelajari peradaban manusia lain yang hidup sebelum zamannya.

Tak ayal jika benda-benda peninggalan sejarah selalu mendapat perhatian khusus. Seperti naskah kuno milik ulama yang sudah berusia ratusan tahun di Indonesia. Sayangnya, naskah-naskah tersebut terancam akan hilang dari Indonesia.

Hal itu disebabkan lantaran maraknya praktik jual beli naskah kuno ke luar negeri. Naskah tersebut sangatlah berharga karena menurut Ketua Umum Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) Munawwar Holil, naskah itu berisi ilmu pengetahuan yang masih relevan untuk diterapkan di masa sekarang.

"Isi naskah tersebut cukup beragam," kata Munawwar di Jawa Timur, Selasa (9/7). "Tetapi semuanya berisi tentang ilmu pengetahuan, seperti agama, politik, sosial, hukum, bahasa, sastra, sejarah, hingga pengobatan."


Praktik penjualan naskah kuno kian marak selama beberapa tahun terakhir. Bahkan ada yang dijual secara terbuka melalui situs jual beli online. Karena nilai jual yang sangat tinggi, tak ayal jika banyak orang yang tergoda untuk menjual naskah kuno yang mereka miliki.

"Kami pernah menemukan di situs jual beli online, ada naskah kuno yang kami prediksi disalin pada abad ke-19, dijual seharga Rp 1 miliar lebih," tutur Munawwar. "Ini mengkhawatirkan, karena itu juga warisan cagar budaya kita."

Munawwar mengatakan bahwa pada umumnya naskah kuno dimiliki oleh perseorangan sebagai hasil warisan turun temurun. Ia menyebutkan kemungkinan ada sejumlah faktor yang menyebabkan pemiliknya memutuskan untuk menjual naskah berusia ratusan tahun tersebut.

"Naskah-naskah ini rata-rata dimiliki perseorangan, karena memang warisan dari turun temurun," tutur Munawwar. "Karena bisa jadi ketidaktahuan dan pertimbangan ekonomi akhirnya mereka mempertimbangkan, daripada rusak lebih baik dijual."

Sejauh ini, sudah ada sekitar 3.000 naskah kuno yang berhasil diselamatkan. Sebagian besar naskah tersebut ditemukan di daerah Aceh, Minangkabau, dan Bali. "Rata- rata naskah yang kami temukan kondisinya sudah rusak, bahkan ada yang hancur. Mereka terkendala dengan biaya serta pengetahuan tentang cara merawat naskah," pungkas Munawwar.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait