Studio Film Terbesar Asia Tenggara Ada di Batam, Infrastruktur Bekal Indonesia Dilirik Hollywood
amazingkepri.com
Nasional

Beberapa negara tetangga sudah meraup pendapatan yang luar biasa dengan sebagai dijadikan lokasi syuting industri film Hollywood. Indonesia pun berupaya untuk menarik minat Hollywood.

WowKeren - Industri perfilman Indonesia kini semakin berkembang. Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mencatat meningkatnya pertumbuhan pasar film, terlebih sejak dikeluarkannya film dari Daftar Negatif Investasi (DNI) lewat Peraturan Presiden nomor 44 tahun 2016.

Selain memproduksi film dalam negeri, Indonesia juga diharapkan bisa dilirik industri film barat. Pasalnya, beberapa negara tetangga sudah meraup pendapatan yang luar biasa lewat industri film Hollywood. Contohnya negara Thailand yang dilaporkan meraih pendapatan fantastis usai dijadikan lokasi syuting film "Fast and Furious 9" baru-baru ini.

Untuk bisa mendapat perhatian dari para produsen film Barat, ada sejumlah usaha yang bisa dilakukan pemerintah. Sutradara dan produser, Angga Dwimas Sasongko, berharap pemerintah memperhatikan ekosistem pendukung perfilman, salah satunya infrastruktur.

"Buat saya, kita tuh industrinya ada tapi masih perlu banyak melengkapi fundamental ekosistemnya," tutur Angga dilansir detikHOT pada Rabu (10/7). "Seperti bagaimana mengelola landscape, infrastruktur."

Angga pun merasa optimis perkembangan industri perfilman, termasuk penyediaan infrastruktur, akan semakin baik. Ia mencontohkan bagaimana studio film terbesar se-Asia Tenggara sudah ada Indonesia, tepatnya di Kepulauan Batam.


"Kita sudah ada studio di Batam walau enggak besar," tutur Angga. "We'll see. Menurut saya sih industrinya tumbuh terus maka akan menarik banyak investor untuk berinvestasi di sisi infrastruktur pastinya."

Sementara itu, studio yang dimaksud Angga adalah Infinite Studios. Studio ini terbagi menjadi studio film dan studio animasi. Beberapa serial televisi dan film terkenal dihasilkan di studio ini.

Salah satu karya Infinite Studios adalah serial "Halfworlds" produksi HBO. Lalu yang teranyar ada film aksi "Buffalo Boys" yang dibintangi oleh Ario Bayu dan Pevita Pearce.

Di sisi lain, Bekraf sendiri sudah menggagas aturan khusus yang bisa membuat Indonesia dilirik industri film Barat. Beberapa di antaranya terkait pajak dan perizinan.

"Perizinan, maupun termasuk insentifnya. Insentifnya bisa diberikan ke pemerintah daerah sebenarnya," tutur Wakil Kepala Bekraf, Ricky Joseph Pesik. "Pajak, pembebasan perizinan, keamanan, bebas biaya soal keamanan, dan seterusnya. Jadi ini yang sedang kita garap betul untuk itu."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait