Penutupan Pulau Komodo Disebut Ganggu Perekonomian, Warga 'Geruduk' DPRD Manggarai Barat
Nasional

Warga yang mengaku sebagai masyarakat asli Pulau Komodo tak ingin direlokasi dari tanah kelahirannya. Mereka pun khawatir akan kesulitan mencari pekerjaan apabila dipindahkan ke tempat lain.

WowKeren - Wacana penutupan Pulau Komodo tahun 2020 mendatang rupanya menuai keresahan masyarakat sekitar. Seperti terlihat dalam aksi "geruduk" kantor DPRD Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mereka lakukan hari ini, Senin (22/7).

Dilansir dari Detik News, warga setempat mendatangi kantor DPRD untuk menolak wacana penutupan Pulau Komodo tersebut. Mereka pun menolak direlokasi seperti yang diwacanakan.


Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) ini hadir pula sejumlah pejabat terkait. Seperti Wakil Bupati Manggarai Barat Maria Geong, Kepala Dinas Pariwisata Manggarai Barat Agustinus Rinus, dan Kepala Balai Taman Nasional Komodo Lukita Awang.

"Kami datang sebagai tindak lanjut aksi demonstrasi tiga hari yang lalu," kata tokoh pemuda Masyarakat Komodo, Akbar Al Ayyub di kantornya, Jalan Sernaru, Labuan Bajo, Flores, NTT, Senin (22/7). "Kami menolak rencana penutupan Pulau Komodo oleh pemerintah."

Hal senada juga diungkap oleh tokoh adat masyarakat Komodo, Habsi. Ia mengaku khawatir penutupan Pulau Komodo akan berdampak pada warganya.

"Warga kami mulanya nelayan, sekarang kami di pariwisata. Terkait perpindahan warga itu sangat sulit, itu tempat di mana kami dilahirkan di situ. (Kami) sudah adaptasi dengan wilayah itu," tuturnya, dilansir oleh Detik News. "Nanti kami agak kesulitan, lapangan kerja baru sulit penyesuaiannya."

Keluhan ini pun diterima dengan terbuka oleh Ketua DPRD Manggarai Barat Blasius Jeramun. Blasius berjanji akan mengajak anggotanya membahas hal tersebut.

Terkait dengan penutupan itu, Blasius mengaku belum menerima surat resmi dari Pemerintah Provinsi NTT. Dia pun meminta klarifikasi dari pihak Balai Taman Nasional Komodo untuk menjelaskan permasalahan yang dialami sehingga wacana tersebut muncul.

Sejatinya isu ini sudah berembus sejak Januari 2019 lalu. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat lah yang pertama kali merencanakan penutupan ini.

Wacana ini lantas dipastikan oleh Dinas Pariwisata NTT pada Kamis (18/7) pekan lalu. Taman Nasional Komodo ditutup demi memulihkan dan mengonservasi habitat di dalamnya.

"Soal penutupan Pulau Komodo, itu sudah pasti," tegas Kepala Dinas Pariwisata NTT, Wayan Darmawa, dilansir Antara pada Kamis (18/7). "Tahun depan kami sudah putuskan akan menutup Pulau Komodo."

You can share this post!

Related Posts
Loading...