Bubarnya koalisi pendukung Prabowo-Sandiaga membuat parpol yang tergabung di dalamnya mengambil jalan yang berbeda. Namun hanya PKS-lah yang terang-terangan mengaku tetap menjadi oposisi.
- Elvariza Opita
- Selasa, 23 Juli 2019 - 13:11 WIB
WowKeren - Isu oposisi dan koalisi pemerintahan Joko Widodo-KH. Ma'ruf Amin masih ramai dibicarakan. Pasalnya partai-partai yang semula menjadi oposisi berbalik merapat ke kubu Jokowi.
Namun masih ada satu partai yang tetap berprinsip menjadi oposisi, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Melalui cuitan di akun Twitter pribadinya, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera membeberkan alasannya bersikeras menjadi oposisi.
"Saya akan menjelaskan kenapa #KamiOposisi baik bagi demokrasi. Ada Empat alasan yang menurut saya penting agar negara kita punya pemerintah yang kuat," cuit @MardaniAliSera pada Senin (22/7) siang. "Pertama memiliki kabinet yang terdiri dari orang terbai bangsa, Kedua merit sistem."
"Ketiga bukan orang yang berlindung dibalik orang tua," imbuhnya. "Dan Keempat bila ada #KamiOposisi yang kuat dan berkualitas untuk membangun narasi kritis konstruktif pembangunan bangsa."
Mardani menilai Indonesia sudah memiliki modal untuk bisa menjadi pemerintahan yang kuat. Namun pemerintahan yang kuat ini baru bisa terwujud apabila ada kaum oposisi yang kuat dan berkualitas. Sebab tanpa kritik yang konstruktif pemerintahan tidak bisa berjalan dengan baik.
"Pemerintahan yg kuat dapat terwujud jika ada #KamiOposisi yg kuat & berkualitas," tulisnya. "Jika publik tdk beri tekanan kritik konstruktif yg kuat dalam pembentukan Kabinet kedua, pasti tekanan dari kelompok yg merasa berkeringat akan membuat Pak Jokowi tunduk."
Mardani pun menuliskan tantangan-tantangan yang akan dihadapi Indonesia ke depannya. Tantangan utama di bidang ekonomi, terutama terkait dengan pertumbuhan ekonomi dan beban hutang negara.
Ia juga menyoroti soal aspek penegakan hukum, HAM, dan kesehatan demokrasi yang menurutnya berjalan semakin buruk. Mardani pun mengingatkan banyaknya janji-janji kampanye lima tahun lalu yang menurutnya belum terealisasi hingga kini.
Oleh karena itu pembentukan "The Dream Team" kabinet pemerintahan merupakan hal yang penting. Salah satunya dengan memastikan pos-pos jabatan tertentu diisi oleh orang yang punya kemampuan untuk menuntaskan program-program terkait. Dan kabinet seperti ini baru terbentuk apabila ada fungsi kontrol dari kaum oposisi.
"Untuk itu langkah pertama untuk memecahkan permasalahan2 bangsa ini adalah dengan mencari The Dream Team Kabinet pemerintahan Pak Jokowi yang kedua," katanya. " Karena itu, #KamiOposisi perlu dan wajib ada untuk keseimbangan demokrasi dan alat kontrol pemerintah."
(wk/elva)