PT Pos Indonesia (Persero) tak menampik perkembangan zaman membuat bisnis mereka cukup tersendat. Oleh karena itu pihaknya siap bertransformasi ke ranah digital.
- Elvariza Opita
- Kamis, 25 Juli 2019 - 15:14 WIB
WowKeren - PT Pos Indonesia (Persero) tengah diisukan bangkrut. Isu ini pertama kali mencuat ketika Pos Indonesia diklaim berutang di bank demi membayar tunggakan gaji karyawannya. Namun belakangan isu tersebut sudah ditepis.
Kendati demikian Pos Indonesia tak menampik bahwa persaingan di bidang postal membuat bisnis mereka sedikit tersendat. Mereka pun menuding perubahan zaman sebagai penyebabnya. Oleh karena itu, Pos Indonesia mengaku tengah berupaya untuk melakukan transformasi bisnis.
"Bahwa perusahaan struggle dalam menghadapi disrupsi itu wajar saja," tutur Direktur Keuangan Pos Indonesia Eddi Santosa, Senin (22/7). "Saat ini Pos sedang melakukan transformasi meliputi semua aspek, bisnis, sumber daya manusia, anak usaha, pengembangan produk baru."
Informasi ini pun kembali ditegaskan oleh Direktur Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia (Persero) Ihwan Sutardiyanta. Ihwan menyebut pihaknya tengah melakukan upaya transformasi ke ranah digitalisasi dalam menghadapi perkembangan zaman.
"Ya era ke depan digitalisasi, kalau layanan keuangannya ya," katanya di sela-sela acara Meterai Award 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (24/7). "Pengembangannya digitalisasi untuk layanan keuangan yang kita punya."
Selain itu, Ihwan menyampaikan bahwa pihaknya akan berinovasi di sejumlah produk seperti jasa layanan pengiriman barang. "Tentunya orang ke depan makin malas ke kantor pos. Kita harapkan layanan memang masih ada tapi kita lanjutkan digital juga," tuturnya, dikutip dari laman Republika, Kamis (25/7).
Ihwan juga memastikan layanan jasa pengiriman barang Pos Indonesia masih bertumbuh meskipun tak menyebut angkat konkretnya. Oleh karena itulah pihaknya masih optimis bisa meningkatkan layanan Pos Indonesia dengan model digital ke depannya.
"Kita ikuti industrinya seperti apa, misalnya kurir dan logistik yang sedang tumbuh seperti industri e-commerce, maka kita siapkan pick up service," ujarnya. "Pelacakannya bagus dan content delivery harus oke."
Terkait dengan pengembangan layanan Pos Indonesia ke platform e-commerce, Ihwan mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan itu. Platform e-commerce ini terutama ditujukan untuk layanan kurir.
"Nanti kita siapkan kurir yang fit sama kebutuhan e-commerce, kita bangun fullfillment centre," pungkasnya. "Kita siapkan pick upper, dan kita siapkan teknologi yang punya ketangkasan tinggi."
(wk/elva)