Ketua Panitia HBDI Fetty Kwartati memastikan bahwa diskon yang diberikan adalah diskon yang sesungguhnya, yakni tanpa menaikkan harga barang terlebih dahulu.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 25 Juli 2019 - 19:19 WIB
WowKeren - Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia akan digelar sebentar lagi. Untuk memeriahkan acara tersebut, pemerintah bekerja sama dengan Himpunan Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) akan menggelar "Black Friday" seperti Amerika Serikat.
Perayaan ini diberi nama Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) dan digelar mulai 16 hingga 31 Agustus 2019. Diskon yang diberikan pun bukan diskon "abal-abal" yang menaikkan harga produk terlebih dahulu sebelum memberikan diskon. Hal tersebut sudah dipastikan oleh Ketua Panitia HBDI Fetty Kwartati.
"Diskonnya beneran, tidak ada dinaikkan duluan," kata Fetty di Jakarta, Kamis (25/7). "Jadi ini benar-benar kado dari para retailer yang memberikan diskon kepada masyarakat Indonesia."
Fetty mengatakan jika nantinya masyarakat menemukan adanya brand peserta HBDI yang tak memberikan diskon, hal tersebut kemungkinan besar barang sudah habis terjual. Bisa juga karena diskon sudah tidak berlaku.
"Kalau memang brand-nya sudah komitmen ikutan, biasanya mereka pasti ikut," tutur Fetty. "Mungkin saja waktu coba belanja terus tidak bisa, sudah habis diskonnya atau kesempatannya sudah lewat."
Hal tersebut bisa saja terjadi karena acara ini memang digelar dalam waktu yang cukup lama. Sehingga tak heran jika sebelum hari terakhir acara digelar, barang sudah ludes terjual.
"Karena memang hari diskonnya lama sekali, barang sampai ludes," lanjutnya. "Bahkan yang di mannequin pun dibeli. Benar-benar kosong tokonya. Jadi mereka itu sudah komitmen, kalau sudah ikut (HBDI) mereka komit."
Dalam acara diskon ini, akan ada lebih dari 200 perusahaan yang berpartisipasi dan lebih dari 300 brand yang memberikan diskon selama 16 hari. Black Friday akan digelar di 70 kota di Indonesia.
"Jumlah peserta yang akan ikut lebih 200 perusahaan. Jumlah brand-nya lebih dari 300 brand, dan jumlah gerainya lebih dari 18.000," terang Fetty. "Dan pusat belanja dimana gerai-gerai tersebut berada itu lebih dari 300 pusat belanja, dan lebih dari 70 kota."
(wk/zodi)