Keempat anggota DPD ini menilai rencana pemindahan Ibu Kota menelan terlalu banyak biaya, yang semestinya bisa dialokasikan untuk kebutuhan masyarakat seperti BPJS Kesehatan.
- Elvariza Opita
- Jumat, 26 Juli 2019 - 09:41 WIB
WowKeren - Isu pemindahan Ibu Kota dari DKI Jakarta ke daerah Kalimantan masih menuai pro dan kontra. Yang terbaru empat anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) 2019-2024 terpilih dari DKI Jakarta mengaku tidak setuju dengan rencana tersebut.
Keempatnya adalah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie, Sabam Sirait, Fahira Idris, dan mantan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sylviana Murni. "Kami berempat sepakat bahwa kami, anggota DPD Provinsi DKI Jakarta, tidak setuju jika Ibu Kota dipindahkan ke Kalimantan, (atau ke) daerah lain," ujar Fahira di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (25/7).
Salah satu alasan utama penolakan mereka adalah masalah anggaran. Mereka menilai dana yang dibutuhkan kelewat besar. Seperti diketahui, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan megaproyek ini menelan biaya ratusan triliun rupiah.
"Mendirikan sebuah Ibu Kota negara akan triliunan keluar uang. Kita lebih memerlukan (uang tersebut untuk keperluan) yang lain daripada itu," kata Sabam, dilansir dari laman Kompas, Jumat (26/7). "Kedua, Ibu Kota ini sudah baik."
Menurut Fahira, uang yang dialokasikan untuk memindahkan Ibu Kota bisa digunakan untuk hal-hal lain yang lebih berkaitan langsung dengan masyarakat. Salah satunya untuk menjamin kesehatan warga dengan program BPJS kesehatan.
"Banyak yang harus dibangun, soal kesejahteraan, BPJS seperti apa. Menurut saya, pemerintah menjawab dulu permasalahan krusial yang menyangkut masyarakat," katanya. "Untuk pemindahan (Ibu Kota) lebih baik tidak sekarang."
Oleh karena itu, mereka berjanji akan sesegera mungkin mengumpulkan aspirasi dari DPD daerah pemilihan lain. Bila sudah terkumpul anggota-anggota DPD yang memiliki pandangan sama, mereka akan menyuarakan penolakan itu kepada eksekutif. "Kami selalu menyuarakan bahwa kami tidak setuju," tutur Fahira.
Namun, sebagai langkah awal, keempat anggota DPD terpilih ini sudah menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. "Ini pertemuan awal. Mudah-mudahan seterusnya kami bisa bersinergi," kata Jimly.
Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo tengah menggodok rencana pemindahan Ibu Kota. Kabar terbaru menyebut Jokowi dan jajaran berencana untuk memindahkan Ibu Kota ke kawasan Kalimantan Tengah. Hingga kini rencana tersebut masih dimatangkan oleh pemerintah pusat, berkoordinasi dengan berbagai kementerian juga pemerintah daerah.
(wk/elva)