Banyak pihak menilai PSI hanya berusaha mencari popularitas dengan melemparkan isu serta kritikan. PSI pun menepis tuduhan tersebut dan mengaku hanya berpegang pada ideologi.
- Elvariza Opita
- Jumat, 26 Juli 2019 - 15:15 WIB
WowKeren - Akhir-akhir ini Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sering menyuarakan kritikan mereka terhadap beberapa pihak. Yang tengah hangat dibicarakan saat ini, PSI sempat mengkritik kinerja DPRD yang dinilai membiarkan proses pemilihan Wakil Gubenur DKI Jakarta berlangsung lambat. Mereka bahkan menuding ada permainan politik uang di balik pemilihan DKI 2 tersebut.
Tak hanya itu, PSI pun langsung bereaksi keras atas manuver Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh. Pasalnya Surya tiba-tiba menunjukkan dukungannya untuk pencalonan Gubernur DKI Anies Baswedan dalam gelaran Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
"Kami di PSI berbeda dengan NasDem," kata Ketua DPP PSI Tsamara Amany, Rabu (24/7). "Maaf, meski kami sama-sama mendukung Pak Jokowi, kami tidak akan pernah bisa berkoalisi dengan mereka yang menggunakan politisasi agama untuk meraih kekuasaan."
Atas kritikan inilah PSI justru balik "diserang". Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Bestari Barus pun menilai PSI sengaja melontarkan rumor-rumor tersebut demi meningkatkan elektabilitas partai.
"PSI kan partai yang tidak lolos ke Senayan," kata Bestari, Rabu (24/7). "Mungkin saja orang-orang seperti Bung Rian (Wakil Ketua DPW PSI DKI) ini ditugasi untuk terus ber-statement miring-miring sebagai bahan kampanye. Agar di waktu yang akan datang bisa sedikit meningkat perolehan suara partainya."
Disindir demikian, Juru Bicara PSI Guntur Romli pun angkat bicara. Menurutnya PSI tak perlu mencari eksistensi sebab mereka sudah eksis, khususnya di Ibu Kota.
"Kalau soal eksis, PSI di Jakarta kan lebih eksis dari NasDem," kata Guntur, Jumat (26/7). "Kursi PSI lebih banyak dari NasDem."
Kritikan yang dilayangkan pihaknya, ujar Guntur, semata-mata demi menjaga ideologi kebangsaan. Ia pun menyinggung NasDem yang berdasar sebagai partai nasionalis namun tiba-tiba mendukung Anies sebagai Capres 2024.
"Katanya NasDem nasionalis, kok malah mau mencalonkan Anies yang menang di Pilkada DKI dengan isu SARA?" sindir Guntur, dilansir oleh Suara. "Kan NasDem juga dituduh parpol pendukung penista agama oleh pendukung Anies, kok tiba-tiba sekarang mau mencalonkan (Anies)?"
(wk/elva)