Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mensinyalir adanya praktik monopoli yang dilakukan oleh OVO sehingga dikhawatirkan akan menciptakan iklim persaingan yang tak sehat antara pemain lainnya.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 26 Juli 2019 - 16:35 WIB
WowKeren - Semakin banyak masyarakat yang menggunakan OVO sebagai alat pembayaran. Selain praktis, OVO kerap menawarkan potongan harga sehingga tak heran jika aplikasi ini banyak dipakai untuk pembayaran di pusat belanja.
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyoroti penggunaan OVO sebagai alat pembayaran di beberapa pusat perbelanjaan dan rumah sakit. Komisioner KPPU Kodrat Wibowo mengatakan bahwa pihaknya menerima banyak keluhan terkait penggunaan OVO ini.
KPPU mensinyalir adanya praktik monopoli oleh OVO terhadap pemain lainnya. Untuk itu, KPPU saat ini sedang melakukan penelusuran untuk menindaklanjuti laporan tersebut.
"Ini inisiatif dari KPPU setelah banyaknya laporan umum tentang keluhan penggunaan OVO secara eksklusif di beberapa pusat kegiatan publik, mall, rumah sakit, dan lainnya," kata Kodrat dilansir dari Detik Finance, Jumat (26/7). "Sekarang masih tahap kajian penelitian, kami sudah kirim beberapa orang ke beberapa titik yang katanya (penggunaan OVO) eksklusif."
Jika memang OVO melakukan dominasi hal tersebut dikhawatirkan akan mematikan usaha lainnya. Kodrat mengatakan hal tersebut sudah diatur dalam ketentuan undang-undang.
"Secara ranah hukum ada satu pasal mengenai penggunaan posisi dominan," jelas Kodrat. "Ini kita coba di awal apakah ada kemungkinan dominasi pembiayaan atau permodalan yang dipegang satu pelaku usaha tertentu tanpa mengizinkan atau mengajak pihak lainnya."
Lebih jauh, Kodrat menduga bahwa Lippo telah melakukan eksklusifitas terhadap OVO sebagai alat pembayaran di beberapa tempat. Seperti diketahui, OVO merupakan platform pembayaran digital yang bernaung di bawah Grup Lippo.
"Dalam hal ini OVO, yang punya Lippo. Nah yang mau kita tahu apakah Lippo tentukan eksklusifitas ke OVO untuk alat pembayaran sementara pembayaran lain tidak dibuka," ujar Kodrat. "Apa benar cuma OVO saja, kan bisa ajak Emoney, Dana, dan lainnya."
(wk/zodi)